Minggu, 30 Desember 2018

CHINA GAGAL DI THAILAND KARENA ANGKATAN DARATNYA SEGERA SADAR

PENGALAMAN RAKYAT THAILAND yang DIBODOHIN oleh Pemimpin mereka 
(Perdana Menteri) yang JAGO PENCITRAAN



Negara Kerajaan Thailand pernah dipimpin oleh Perdana Menteri yang merakyat, dia sangat disayangi dan dipuja-puja oleh rakyatnya karena baik, murah senyum, suka blusukan menyapa rakyatnya. Dialah PM Thaksin Shinawatra yang namanya dibuat mendunia.

Tetapi Dunia dikejutkan dengan adanya Demo besar rakyat Thailand yang didukung penuh 
Angkatan Darat Kerajaan Thailand dan direstui Raja Bhumibol untuk menurunkan PM Thaksin. 
Bahkan seluruh negara Asean dan Dunia mengecam Kudeta tersebut, bahkan PBB turun tangan.

Tetapi Dunia dikejutkan juga dengan militansi dan nasionalis rakyat dan Tentara AD Thailand, 
yang berhasil membongkar konglomerat yg jadi PM Thailand.

Mengapa rakyat yg semula memuja berubah menjadi marah ? 
Karena Thaksin yang baik hati serta murah senyum tersebut ternyata :
- Thaksin Keturunan China yg semula mengaku asli Thai.
- Semula rakyat bangga memiliki PM konglomerat, ternyata mengeruk uang negara/korupsi untuk dirinya dan partainya.
- Menghimpun uang rakyat dan uang negara dibawa ke luar negeri (china).
- Terbongkar bahwa Thaksin boneka China, 
untuk membuka pintu China menguasai Thailand baik ideologi maupun ekonomi.
Ini yg membuat Tentara dan Raja marah.

Dunia mengira Junta Militer akan menguasai pemerintahan. 
Ternyata militer hanya menyelamatkan negara yg akan dimasuki Gerombolan CHINA 
Setelah tertib dan rapi, militer memberikan lagi kepada sipil sesuai konstitusi.
Yang mengacaukan situasi adalah MEDIA, karena media dibawah kendali penyandang dana china juga.

Cerita di atas Saya dapatkan bukan dari media, tapi cerita warga Thailand langsung
bulan April lalu..

..by Agus 
#saveNKRI... 👆😁👆

Jumat, 23 November 2018

MEMBONGKAR PARA PENGKHIANAT BANGSA (1) Tulisan wartawati senior Linda Jalil

Ini kisah dari Linda Jalil, wartawati senior.

*HOAX DAN FITNAH SEPUTAR PRABOWO*

Tentu ini gara-gara cerita seram “ham hem hom”. Pembunuh, kejam, penculik dan sebagainya.
Lalu saya merenung. Mengapa saya, yang sempat menikmati profesi jurnalis begitu mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu kebenarannya?
Saya pelan-pelan melacak,menelusuri, membaca banyak dokumen, termasuk pula saya menyelidiki sumber-sumber atau orang seperti apa yang memberikan cerita seram tentang Prabowo.

Dapatkah kredibilitas mereka dipercaya?
Mereka itu siapa saja, dan dulunya bagaimana?
Maaf saya tidak ingin riya, tetapi dalam penelusuran saya, tak pernah sekejap pun saya berhenti doa, saya minta kepada Sang Rabb untuk diberi jalan terang, tidak termakan cerita buram. Bila Prabowo baj*ngan perlihatkanlah di depan mata saya, segala buktinya. Dan segala perasaan saya untuk jauh-jauh dari mendukung dia.

Tapi apabila dalam hal ini ia hanya tersiram tuduhan keji, semoga Tuhan memperlihatkan kebenarannya bagi saya pribadi.
Saya kenal orang itu karena ayah ibu saya dulu sempat kenal dengan Oom Cum/Pak Sumitro. Tante Dora Sigar, ibunda Prabowo juga bukannya ibu saya tidak mengenalnya.

Adik-adik Prabowo saya kenal sambil lalu dan mereka cukup ramah, dan secara kebetulan pula ia menikah dengan Titiek Soeharto, teman remaja saya.
Tapi tak pernah sekalipun dalam kedekatan saya yang hanya sambil lalu itu mempengaruhi saya untuk mati-matian membela dia bila memang ia bersalah. Tidak akan !!

Staf saya di kantor bahkan pernah menyampaikan cerita ngeri.
Dia bilang bahwa dia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Fadli Zon digampari oleh Prabowo di suatu acara.
Saya kaget setengah mati, sehingga saya makin yakin saat itu bahwa tidak akan pernah maulah saya memilih dia.
Saya sempat geram termakan cerita itu.

Lama-lama, saya berpikir ulang kembali. Kok gampang banget saya percaya cerita semacam itu? Lalu saya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Fadli Zon, sebagai adik kelas saya di UI dan orang yang selalu sangat berperhatian kepada seni budaya Indonesia dan sangat ikhlas bila merangkul para seniman Indonesia, juga kepada Idris Sardi hingga tutup usia.

Hoax : Prabowo Gampar Fadli Zon dan Ajudan

Fadli sangat kaget luar biasa. Ia berani bersumpah di atas Al Qur’an bahwa hal itu sama sekail tidak pernah terjadi.
“Mbak Linda, gak mungkin Prabowo gampar saya? Dia tidak pernah sekalipun melakukan hal itu kepada saya.” begitu kata Fadli. Saya agak kecewa dengan staf saya, yang sudah dengan seenaknya mengarang cerita.
Ketika saya bilang bahwa saya sudah cek yang bersangkutan, dia panik. Tampaknya ia memang mengarang cerita.

Lalu, saya dengar lagi cerita dari anak saya bahwa temannya yang bekerja di Production House (PH) juga melihat ia menggampar ajudannya di depan pekerja PH yang akan membuat film-nya.
Cerita hampir senada dengan cerita staf saya. Ajudan Prabowo saya kenal. Tak satupun yang tidak heran mendengar cerita itu. Ya, semua heran dan ‘kagum’, karena betapa dahsyatnya karangan-karangan semacam itu.
Ya, karangan yang sudah terstruktur.

Sejak awal kampanye kemarin ini, berbagai pihak menyerang lagi dengan ‘isu musiman pemilu’ soal ham hem hom itu, dan yang membuat saya terpana, saat ia berada terus menerus di samping Megawati, tuduhan tidak gencar-gencar amat. Begitu Megawati menjelaskan duduk perkaranya, isu menjadi sepi. Terlebih para pengikutnya di partainya.

Hoax dan Fitnah : Prabowo Psikopat

Tak seperti sekarang yang tampak sorak sorai tuduhan maut itu bertubi-tubi. Muncul nama Hendropriyono.
Dia teman saya. Dia tetangga ibu saya dan teman jalan pagi ayah Adjie Masaid alm.
Saya juga sering bergurau dengannya di tempat bertugas.
Istrinya yang cantik juga sering saya sapa.
Tapi saya bingung ketika Hendro berkoar soal Prabowo gila lah, kejam, psikopat … lha, bukankah peristiwa Talangsari Lampung di bawah tanggung jawabnya? Kejadian yang super kejam semua atas pengetahuan dia bukan?
Kok bisa-bisanya ia berkata kalau Jokowi menang, persoalan pelanggaran HAM akan dituntaskan.

Duh mas Hendro ini bagaimana ya? Bagai tak bercermin pada diri sendiri. Sudomo pun jelas-jelas berkata kasus Talangsari adalah tanggungjawab Hendropriyono.
Cerita kekejaman itu seperti apa?
Bacalah sendiri di berita-berita masa lalu. Ngeri !!

Lalu ada Agum Gumelar.
Bila saya duduk bersamanya makan siang di beberapa restoran di Jakarta, ia selalu mencibir soal Prabowo.
Tapi kalau saya tanya rincinya apa kekurangan orang itu, mas Agum berkelit. Aneh !
Dan yang lebih aneh, tidak saya sangka lelaki yang sudah pernah jadi menteri tapi antusias mencalonkan diri jadi presiden hingga gubernur ini, melontarkan ketidaksenangannya terhadap Prabowo terang-terangan di muka publik.

Bagai bukan pengemban Sapta Marga.
Bagai bukan seorang prajurit saja yang saling kasih terhadap koleganya sesama prajurit.
Belum lagi mencermati Luhut Panjaitan berbicara, Saya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Saya hanya sekadar membandingkan, bila ada kejadian di dunia kedokteran, sang dokter melakukan mal praktek, salah diagnosa, diprotes keras oleh pasien dan diberitakan ke mana-mana, pernahkah kita mendengar sesama dokter lain yang ikut menabuh gong, menista, membuka segala kekurangan koleganya, apalagi kalau itu hanya karena fitnah rekayasa dan berunsur dengki? Pernah tidak?
Para dokter akan sangat santun menutup mulut mereka rapat-rapat.
Biarlah ditangani oleh yang berwajib.
Bukan ditambahi dengan cerita apapun antar sesama kolega.
Mengapa tentara Indonesia yang namanya saya sebut tadi tidak mampu berperilaku serupa dokter-dokter itu?

Saya belum lama ini mengobrol dengan bapak Azwar Anas yang sudah mendekati renta.
Air matanya berlinang saat mengucapkan kata Agum, Hendro, Luhut.
“Mereka mungkin lupa pada Sapta Marga”, katanya lirih. Juga Menkopolhukam Djoko Suyanto, saya tanya mengapa rekan-rekanmu seperti itu kelakuannya? “Saya sudah menegur Hendro”, jawabnya.

Hoax dan Fitnah : Prabowo Mau Kudeta

Belum lagi Wiranto.
Makin hari makin banyak berita yang menceritakan kebenaran yang sesungguhnya.
Sampai-sampai, Elza Syarief dan Fuad Bawazir sesama Hanura akhirnya mengungkap di publik tentang Wiranto terhadap kejadian Prabowo.
Orang ini saat jadi ajudan presiden Soeharto, saya berada di dekatnya pada tempat bekerja yang sama. Wiranto tak pernah murah senyum. Ia kaku, terkesan angkuh, tak banyak bicara.

Tetapi ada beberapa menteri berkata kepada saya kala itu, Wiranto memang cerdas dan cepat tanggap dalam bekerja, menghubungkan antara urusan menteri ke presiden.
Apapun, saya hanya bisa geleng-geleng kepala bila cerita tentang Wiranto cuci tangan terhadap urusan Prabowo yang dihina dina dan dituduh segala kekejamannya, juga cerita bahwa dialah sebenarnya salah satu penyebab Titiek dan Prabowo bercerai ( yang sudah saya, kita, baca di media on line ), dia jugalah yang melempar fitnah bahwa Prabowo akan melakukan kudeta, ya, sekali lagi, apabila ini memang benar dia pelaku penyerang fitnah, alangkah super kejamnya.

Prabowo pernah berkata dalam menghadapi berbagai problem yang menimpa dirinya, “Sudah tidak gila saja saya sudah bagus..”, menjadi kata-kata yang terngiang di telinga saya. Dengan amat sadar, saya bayangkan bila kita memiliki anak, cucu, atau menantu, yang dituduh keji, fitnah yang terpelihara tahun-tahunan tanpa pengadilan tanpa bukti dan didiamkan hingga kekuasaan 5 presiden, bisakah kita hidup bergembira?

Oya, juga kesan bagi keluarga kita bila salah satu anggota keluarga kita ingin menciptakan kesejahteraan bangsa ini, yang kenyang nyaris ‘mampus’ di medan laga, manakala teman-teman atau adik-adik kelasnya orang-orang sipil yang masih bisa menikmati kopi hangat di kafe sejuk, menikmati mal hingga musik metal, sementara ia sudah mengalami didorong ke lautan lepas atau dari ketinggian langit, hingga hampir dibakar hidup-hidup di dalam hutan demi membela negara, tapi senantiasa dihina, dikecam, disebar gosip bengis jahat dan dianggap monster, lagi-lagi, riang hatikah hidup kita menghadapi hal semacam ini??

Semoga saya, keluarga besar saya, tidak didera fitnah keji serta pembunuhan karakter yang kejam.
Tak ingin dicubit, maka janganlah mencubit.

(Catatan Linda Jalil)

Minggu, 09 September 2018

TAHUNBARU HIJRIYAH 1440 H

JELANG AKHIR Th 1439 H
🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻
Tanpa terasa bsk mlm tahun 1439 H akan berakhir...!!!
👨‍👩‍👧‍👦 *Buat semua Keluargaku tercinta :*
Kalianlah penyemangat dlm hidupku...

👳‍♀ *Buat Sahabatku2 tercinta :*
Jangan melupakan aku bila aku pernah membuat dirimu kecewa.

👨‍🏫 *Buat temanku2 :*
Maafkan aku kalau aku punya salah yg disengaja maupun tidak di sengaja.

💁‍♂ *Buat yg tidak menyukai aku karena kesalahanku :*
Maafkan aku bila selama ini aku pernah salah dihadapan mu...

🗣  *Buat orang yg pernah menyakiti aku.*
Terima kasih karena sudah mengajari aku arti sebuah ke ikhlasan, kesabaran dan ketabahan..,,,

👥 *Terima kasih buat kalian semua* sudah ada dalam bagian hidupku, dan yg menjadikan th 1439 H bagiku menjadi pelajaran yg sangat indah dan bermakna...
🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻

Semoga di tahun 1440 H,  kita semua lebih Istiqomah dalam IMAN dan TAQWA kpd ALLAH SWT , diberi Kesehatan. serta Rezeki yg cukup Aamiin ..

Cara Mengalahkan TOHIR

CARA MENGALAHKAN TOHIR
by Zeng Wei Jian

Erik Tohir fix jadi Ketua Timses Ko-Ruf. Muldoko tersingkir. Dua kali dia kena PHP. Diproyeksikan jadi Cawapres dan Ketua Timses. Amblas semua. Perih Jenderal...!!

Erik Tohir is the closing statement of Ko-Ruf ironic failure. Timses gemuk; rentan konflik. Cawapres old school. Dollar naik. Ingkar janji. Disgruntle netizen. Sukses Asian Games itu di tangan Sandi saat Wagub.

Tidak ada moral force di Kubu Ko-Ruf. "Proyeknisasi", kepentingan dan duit mengikat klik-klik supporters. Ko-Ruf obyek investasi merugi. Saat kalah, semuanya bakal jato miskin. Bangkrut.

Mereka ngga punya self-confidence. Tohir digadang-gadang nyaingin Wapres Sandi. Padahal posisinya segaris dengan Jenderal Joko Santoso.

Net worth Tohir; 1.4 milyar dolar. Di bawah Sandi. Tidak setampan Sandi. Mereka teman lama. Bila Tohir main-mata, Ko-Ruf rusak. Sebagai bussinessman, Tohir harus main dua kaki. Buat jaga-jaga.

Sandi-Tohir anak-anak bisnis William Suryajaya (Bos Astra). Bedanya, Erik adalah generasi kedua. Teddy Tohir (ayah Erik) adalah konglomerat yang pernah kerja untuk Om William.

Sedangkan Sandi, dia generasi pertama imperium bisnisnya. Sukses Erik berasal dari ayah.

Adagium Tionghoa; Generasi pertama membangun, generasi kedua foya-foya, generasi tiga menghabisi.

Di bidang akademik, Tohir hanya lulusan community college. Sandi cum laude mulu di universitas bergengsi.

Jadi Sandi jauh di atas Erik. Segala-galanya. Erik hanya menang dari Joko Santoso; lebih muda dan lebih tajir. Selebihnya, Joko Santoso menang mutlak.

Saya prediksi, Tim Erik tidak punya opsi lain kecuali adopsi metode konvensional. This is assymetric warfare. Mereka di posisi kuat.

Sebagai pihak inferior, Jenderal Joko Santoso mesti merilis unconventional warfare dengan metode gerilya, hit-n-run tactic, dan selective battle plans.

Saya kira, Erik has no chance to defeat Joko Santoso. Strategi-taktis komplit yang sebenarnya tidak bisa digelar di sini. Biar Tohir dan bosnya mengira-ngira dalam gelap.

THE END

Jumat, 04 Mei 2018

THE POWER OF LOVE, 212 !

DAFTAR BIOSKOP YANG INSYA ALLAH MENAYANGKAN FILM 212 THE POWER OF LOVE MULAI 9 MEI 2018
Mohon di-share

Buat sahabat alumni 212, relawan, simpatisan, serta pecinta film positif dan inspiratif  Indonesia, di bawah ini dicantumkan daftar bioskop yang sudah konfirmasi akan memutar film 212 The Power of Love mulai 9 Mei 2018.

Dengan segala kerendahan hati, mohon sempatkan menonton di pertama, karena apabila jumlah penonton di hari pertama tidak memuaskan pihak bioskop, atas pertimbangan bisnis, akan menurunkan film dari layar.  Seandainya tidak sempat di hari pertama, mohon sempatkan di hari kedua atau ketiga, agar film-film positif bisa berjaya di tanah air.

Jika di tempat kita biasa nonton film belum diputar, jangan menunggu sampai film diputar di bioskop terdekat, karena mungkin tidak akan pernah diputar di sana. Dalam bisnis bioskop, sekali film tidak dapat jatah di satu tempat maka tidak dapat jatah seterusnya, KECUALI: penontonnya membludak dan terbukti filmnya diminati. Dan itu hanya bisa terjadi jika di hari pertama, banyak antrian yang tidak kebagian tiket. Artinya, jika di hari pertama datang k ebioskop ternyata tidak kebagian tiket, insya Allah itu bagian dari perjuangan. Mudah-mudah pihak bioskop menambah layar sebagaimana lazimnya.

Persaingan timing 212 sangat ketat. Pertama film Infinity War di Indonesia sedang mendominasi, konon mengisi 1.500 layar, dan Indonesia bisa dibilang salah satu pemasar yang tersukses di dunia. Semoga saja minggu depan boomingnya mulai surut, karena pada sudah kebagian nonton, saat film 212 The Power of Love tayang.

Akan tetapi persaingan belum selesai. Tanggal 18 Mei akan muncul film Deadpool yang digadang akan menyedot penonton juga. Jadi kalau dalam seminggu tayang performa film 212 kurang meyakinkan, pasti jatah layarnya diambil film lain yang lebih laris.

Jaringan bioskop XXI memutar film 212 The Power of Love di 20 bioskop. Jaringan Cinemaxx memutar di 21 bioskop, CGV memutar di 26 bioskop, dan Platinum memutar di seluruh jaringannya di 7 wilayah.  Bioskop independen masih dalam proses.
Memang jumlah bioskop yang memutar tidak ideal, tapi jika di bioskop yang sedikit ini kita tidak bisa mengisi penuh, bagaimana mungkin kita meminta mendapatkan layar lebih?

Ajak keluarga, kerabat, saudara, kolega nonton film 212 the Power of Love dan abadikan semangat perjuangan damai yang diusung aksi bersejarah di dunia ini.

Jika film positif sukses di pasaran, maka semua produser akan berlomba membuat film positif, dan semangat positif akan tertular ke seluruh generasi (Red. Isa).


JABODETABEK
Jakarta Selatan: Blok M Square 21
Jakarta Barat: Daan Mogot XXI, CGV Slipi Jaya
Jakarta Timur: Bassura XXI, Cinemaxx Tamini Square,
Jakarta Utara: CGV Transmart Cempaka Putih, CGV Aeon JGC Cakung
Jakarta Pusat: Cinemaxx Semanggi
Bogor: BTM 21, Lippo Plaza Bogor Two
Cibinong: Platinum Cineplex Cibinong Square
Depok: Depok XXI, CGV Depok Mall
Bintaro: Bintaro XXI
Tangerang: CGV Teras Kota, CGV Eco Plaza Cikupa, Cinemaxx WTC Matahari, Cinemaxx Metropolis Town Square
Serang: Cinemaxx Mall of Serang
Cibubur/ Cileungsi: Plasa Cibubur XXI, Cinemaxx Cibubur Junction,
Bekasi: Metropolitan XXI, CGV Bekasi Cyber Park, CGV Bekasi Trade Center, Bioskop Kota Cinema Mall Jatiasih
Cikarang: Cinemaxx Orange County Cikarang
Karawang: CGV Festive Walk, CGV Technomart

JAWA BARAT
Bandung: TSM XXI, Empire XXI, Istana Plaza, CGV Miko Mall, CGV Metro Indah Mall
Cirebon : Grage 21, CGV Grage City Mall, CGV Transmart
Tasik: Tasik 21

JAWA TENGAH - YOGYA
Yogya: Ambarrukmo XXI, Lippo Plaza Jogja, CGV Sahid Jwalk
Magelang; Platinum Cineplex Artos
Solo: Platinum Cineplex Hartono Ma, CGV Transmart Solo
Semarang: Cinemaxx Java Supermall
Tegal: Cinemaxx, Pacific Mall, CGV Transmart
Purwokerto: CGV Rita Supermall

JAWA TIMUR
Surabaya: Tunjungan XXI, CGV BG Junction
Sidoarjo: Platinum Cineplex Sun City Sidoarjo
Malang: Cinemaxx Lippo Plaza Batu
Mojokerto: CGV Sunrise Mall
Jember: Cinemaxx Lippo Mall Jember, Jember;
Ponorogo: Cinemaxx Ponorogo

SUMATERA
Medan: Centre Point XXI, CGV Focal Point
Lampung: Boemi Kedaton XXI
Padang: Plaza Andalas XXI
Palembang: Cinemaxx Palembang Icon, CGV Transmart Palembang
Lubuklinggau: Cinmaxx Lippo Plaza
Baturaja, Sumsel: Platinum Cineplex Citimall
Pekanbaru: CGV Transmart Pekanbaru
Batam: CGV Kepri Mall – Batam
Jambi:  Cinemaxx Lippo Plaza Jambi, Jambi;

KALIMANTAN
Balikpapan: Cinemaxx Living Plaza
Sampit: Cinemaxx Citimall Sampit
Ketapang: Cinemaxx Citimall Ketapang
Banjarmasin: Cinemaxx Q Mall, Banjarbaru

SULAWESI
Makasar: Panakkukang XXI, CGV Daya Grand Square
Gorontalo: Gorontalo XXI
Bitung: Platinum Cineplex Citimart Bitung
Palopo: Platinum Cineplex City Market Palopo

BALI NUSATENGGARA
Lombok: LEM XXI

NB:
Mohon bantu di-share di sosial media, semoga menjadi ladang ibadah.

KEMENANGAN YG LUAR BIASA !

KEMENANGAN YANG MEMBAHAGIAKAN

“Cara terbaik mengalahkan orang lain, adalah dengan mengalahkan keramahannya”

Hampir tak percaya rasanya, kalimat mutiara ini keluar dari seorang yang dulunya sangat kasar, preman pasar, beberapa kali menang dalam duel di pasar Ukaz. Islam telah merubahnya. Namanya Umar bin Khattab ra. Dialah pemilik peribahasa ini.

Sangat benarlah kesimpulan beliau dalam mengenal agama Islam ini. Dulunya, tentu Umar ra adalah orang yang senang mengalahkan orang lain. Duel, adalah ladang pembuktian. Kebahagiaan sang petarung, pastinya saat melihat lawannya jatuh bersimbah darah, sambil tangannya melambai-lambai tanda menyerah.

Saat itu, dalam hati sang petarung, akan bersorak “yeaaaay aku menang, aku menaaaaang.... yeeeaaah” sambil terbayang butiran-butiran kertas warna warni menghias turun dari langit, disambut dengan lighting yang indah dan menawan, tos kanan kiri para pengikut dan pengagum.

Saya pun begitu. Walaupun bukan dalam duel fisik, saya suka duel kata-kata. Berdebat dan adu mulut. Dulu sebelum mengenal ilmu Magnet Rezeki, rasanya bahagia sekali melihat orang lain “terkapar” menyerah dengan kalimat-kalimat argumentasi dan logika yang saya paparkan.

Di sisi saya, bersorak senang saat menang. Ya, saya sudah berhasil mengalahkannya, I am the winner. Kemenangan itu rasanya manis di awalnya, tapi seiring waktu, kemenangan itu akan hambar dan hilang menguap. Berganti dengan kepiluan dan rasa hampa.

Memang, orang yang saya kalahkan biasanya mundur teratur. Saya lihat punggungnya makin lama makin hilang dalam pandangan. Wajahnya meratap. Meringis. Kalah.

Itu yang ada dalam imajinasi saya. Tapi yang saya tidak tahu, sebagian dari yang saya kalahkan akan bicara dalam hatinya “sing waras ngalah...”

Ya, bagaimana tidak, sebagian yang saya kalahkan status sosial, harta dan pendidikan-nya lebih dari saya. Saya sih bahagia karena berhasil mengalahkan mereka, tapi yang tidak saya tahu, ternyata mereka lebih hebat dari saya. Lebih hebat dari sisi mengendalikan hati. Dari sudut pandang mereka, ternyata saya kalah. Itu yang dulu saya tidak tahu.

Menang yang ternyata kalah. Sudah kalah dalam emosi, kalah dari sisi waktu belajar.

Banyak juga yang saya kalahkan, tidak terima. Mereka dendam. Mereka mau kembali mengalahkan saya. Lalu, mereka mengatur langkah, menyusun strategi. Ada yang bicarakan saya di belakang, menggosip saya. Ada juga yang menghancurkan reputasi saya dan membuat orang lain tidak suka dengan saya.

Yang saya rasakan setelah itu, barang dagangan saya kurang laku. Kawan semakin menjauh. Investor memutuskan kontrak. Ada sebagian yang saya rasakan menatap wajah saya dengan mencibir. Sebagian menghalangi proyek-proyek saya. Sebagian mengadukan saya ke pihak berwajib. Gosip untuk saya bertebaran di mana-mana.

Oh oh oh... kenapa kemenangan-kemenangan saya di masa lalu berbuah kekalahan di banyak lini. Saya mengaku sudah banyak kalah... satu-satunya kemenangan yang saya rasakan saat itu, adalah saya berkaca diri. Beruntung, Allah masih berkenan menumbuhkan rasa kemauan saya untuk belajar.

Mulailah perlahan-lahan, berbagai cermin ilmu didatangkan untuk saya. Salah satunya ya peribahasa Umar bin Khattab itu.

“Cara terbaik mengalahkan orang lain, adalah dengan mengalahkan keramahannya”

Pantaslah saya kalah banyak. Karena saya mengalahkan mereka dengan materi. Dengan kesombongan saya. Dengan harga diri saya. Dengan prestasi saya. Padahal kemenangan bukan didapatkan dari itu semua. Benarlah kata-kata Umar, kemenangan itu dari keramahan.

Sejak saya mendapatkan kalimat ini, maka saya tanamkan dalam-dalam di hati saya dan mencoba menerapkannya. Sekarang saya coba, saat orang lain ada di hadapan saya, saya mau mengalahkannya.

Ya, saya adalah petarung.
Saya adalah pemenang.
Dia harus kalah.

Namun berbeda dengan dulu. Kemenangan yang harus saya dapatkan adalah “harus lebih ramah” dari orang lain.

Saya pernah kalah. Suatu saat saya naik taxi online. Sang pengemudi menegur saya dengan amat teramat ramahnya. “Selamat pagi pak Nasrullah, senang sekali bisa bertemu bapak hari ini, saya Pardede, akan menemani bapak ke lokasi bapak”

Wuah, baru sekali ini saya merasakan ada driver taxi online yang seramah ini. Sepanjang perjalanan, dia menyebut nama saya dengan lengkap berulang-ulang.

- pak Nasrullah kerja di mana?
- pak Nasrullah anaknya berapa?
- wah pak Nasrullah masih keliatan muda
- pak Nasrullah pasti beruntung sekali ya...
- pak Nasrullah mudah-mudahan sukses terus yaa

Aduh, saya sampai meletakkan hape saya. Fokus menjawab pertanyaan-pertanyaan membahagiakan dari dia. Saat saya ingin membalas, saya kehilangan peluru. Saya tidak ingat namanya dia...

Dengan malu dan perasaan kalah, saya bertanya, “bapak namanya siapa?” Oh ya pak Nasrullah, nama saya ...... Pardede.

Kenapa koq titik-titik... ya karena saya sekarang tidak ingat namanya dia. Bentuk kekalahan saya yang lain. Saya hanya ingat nama marganya. Sebenarnya juga, dia sudah sebutkan namanya di awal pertemuan, tapi saya tidak peduli.

Aaah... saya mengaku kalah. Tapi saya tidak terima. Saya harus tetap menang. Yaaa... saya akhirnya memutuskan untuk belajar, belajar memuliakan dan membahagiakan orang lain. Agar titik kekalahan saya, jadi awal kemenangan saya di waktu lain.

Pak Pardede saya hormati sebagai guru saya. Saya doakan dia dalam hati saya. Terbukti saya menulis ini sebagai pujian dan penghormatan baginya.

Hari ini, pelajaran tentang keramahan terupload lagi dari memory saya. Dalam perjalanan menuju ke Amerika, saya gunakan Japan Airlines. Pramugarinya ramah sekali. Istri saya bilang “mereka ramah banget ya bi”. Saya mengamini. Dalam pengalaman saya naik pesawat baru kali ini saya rasakan pelayanan berbeda.

Memang saya baru pertama naik JAL. Itupun bolak-balik minta agar makanan saya dipastikan halal, dgn kode MOML, yaitu tanda Moslem Meal.

“Nanti saat di Narita, bapak ke transit desk ya” ujar pengurus JAL di Soekarno Hatta. “Biar diurus di sana. Kalau di sini, saya sudah request” jelasnya melayani permintaan saya. “Baik pak, terimakasih banyak”

Turun dari pesawat, nama saya tertulis di pintu. Seorang petugas memanggil-manggil. Biasanya yang seperti ini, adalah ritual penjemputan. Tapi saya penasaran, “ada apa?”  Tanya saya. “Oh ya, ini bapak diminta ke transit desk untuk mengurus meal bapak” ujar seorang petugas dengan berbahasa Inggris. Oh, ternyata mereka peduli sekali, batin saya.

Setelah mengantri, saya dilayani dengan sangat teramat ramahnya oleh seorang petugas transit desk. Wah saya tidak terima. Saya tidak mau dia lebih ramah dari saya. Diujung pelayanan, akhirnya saya tahu cara terbaik mengalahkan keramahannya.

“Thank you very very much, miss Onoki” ujar saya berterimakasih sambil menyebut namanya. “Oh... your welcome sir”

Yesss... saya akhirnya berhasil mengalahkan keramahannya. Dia tidak menyebut nama saya, tapi saya berhasil memuliakan nama dia.

Tentu, kali ini saya merasakan kemenangan yang sebenarnya. Kemenangan yang berujung kebahagiaan dalam hati saya dan hati orang yang saya kalahkan. Kemenangan yang aneh. Tapi juga kemenangan sejati.

Aaah, keren sekali peribahasa ini. Terimakasih ya Umar ra telah menitipkan kalimat ini untuk saya. Sekarang saya sudah tidak sabar ingin bertemu orang dari belahan bumi manapun, dan siap-siap... saya akan mengalahkan keramahan mereka.

Tentu, saya juga mau “mengalahkan” Anda. Para pembaca tulisan ini. Saya akan kalahkan Anda dengan doa.

Teriring doa... smg Allah memuliakan, membahagiakan, menjayakan, memberkahi kehidupan Anda dunia dan akhirat.... al-fatihah... aamiin...

Sahabatmu,
Nasrullah

Kamis, 26 April 2018

HP Ustadz PA 212 dipasang microchip oleh rezim ?

HANCURKAN HANDPHONE MU USTAD..!!!

PA 212 Heran Bagaimana Foto Bisa Viral Padahal Ponsel Disita Sebelum Pertemuan https://jurnalpolitik.id/2018/04/25/pa-212-heran-bagaimana-foto-bisa-viral-padahal-ponsel-disita-sebelum-pertemuan/

*Masalahnya bukan disitu sebenarnya tetapi jika kita mampu dan jeli menelusuri kenapa itu terjadi maka yg harus timbul dlam pemikiran kita adalah..........

Ketika Para Pengurus PA 212 memasuki ruangan dan ponsel mereka disita apakah setelah pertemuan selama ±2 jam bersama jokowi itu ponsel mereka sudah terjamin keamanan dan kenyamanan nya???......

Bisa jadi sudah ditanamkan Chip yg sangat kecil yg bernama GOD EYE kedalam ponsel masing² para Ulama pengurus PA 212 yg dilakuan Tim IT yg hebat serta profesional milik Rezim dengan tujuan menyadap semua komunikasi para ulama kpd HRS dan kpd Tokoh² yg pro NKRI serta kpd yg lainnya baik komunikasi via ponsel maupun komunikasi face to face tanpa ponsel, selain itu juga memantau semua kegiatan apa saja dan persiapan apa saja yg akan di lakukan para ulama sampai ulama nya tidur pun terpantau oleh Chip itu yg dihubungkan oleh Server IT Rezim didukung Satelit milik Asing, dan selama percakapan para ulama dengan jokowi diruangan tertutup bisa jadi ponsel mereka masing² sudah diretas dan semua data data yg ada di dalam ponsel disedot dan disimpan untuk kepentingan kedepan agar disiapkan tepat pada waktunya jika dibutuhkan tujuannya menyerang dan sekaligus melemahkan...*

*Dan saya menduga selama ini pihak Rezim menyusupkan antek² nya ke dalam barisan gerakan ulama dan pengurus PA 212 dan di desain agar berpenampilan seperti ulama yg islami atau memang ulama yg memang sudah disiapkan menjadi bagian dri Proxy tujuannya mencari,menggali dan mendapatkan informasi sekecil dan sedetail apa pun,melemahkan dari dalam melalui pandangan² nya kepada yg lain,lalu menginfiltrasi dari dalam agar saling konflik pemikiran dan sebagian anggota kecewa,dan para ulama lainnya diarahkan untuk dapat berkompromi dengan pihak istana*

*Solusi nya adalah Jual itu Ponsel atau hancurkan bila perlu...dan semua para ulama PA 212 yg hadir pada saat itu di istana disita tanpa terkecuali untuk diperiksa dan dihancurkan demi menyelamatkan para ulama dan agar tidak terdeteksi setiap jengkal pergerakannya dan kegiatannya*

*Jika Teori dan Analisis saya ini dapat diterima lakukan seperti yg saya sarankan dan share postingan ini ke semua pimpinan pergerakan atau ormas islam agar lebih jeli berpikir dan berhati-hati!!!....Jangan anggap remeh postingan saya ini dan jangan Angkuh!!*

*_Salam Perjuangan...ALLOHU AKBAR!!!_*

*By : Jhon R Simbolon*