Selasa, 01 Januari 2019

Catatan Akhir Tahun Seorang Penulis Yang Terpenjara

Oleh : Cahyo Gumilar
Narapidana Politik Zaman Now.

Saya menulis artikel di Facebook yang berjudul "Dana Pilpres Habis 9 Trilyun Cuma Menghasilkan Seorang Presiden Jokowi Jongos Cina" dan sebagai penguat imajinasi saya juga bikin gambar Jokowi duduk tersungkur di bawah todongan senjata AK 47 lalu saya posting di Facebook.

Pada tengah malam hari (4 Desember 2017) saya di tangkap oleh Tim Cyber Crime Mabes Polri. Di hadapan anak dan keluarga serta ada juga pak Rt yang menyaksikan.

Saya di tuduh telah melakukan aksi tindakan Makar dan Penghinaan kepada Presiden. UU ITE di siapkan untuk menjerat saya masuk ke dalam penjara. Dari Pasal SARA, Ujaran Kebencian, Penebar Teror dan Ancaman semua tertuju kepada saya hingga saya di Vonis 2 tahun di tambah 2 bulan Subsider.

Selama saya masuk penjara dari Tahanan Mabes Polri hingga di Rutan ada banyak pengeluaran duit dari kantong pribadi saya yang harus saya bayar untuk uang kamar sebesar 5 Juta dan pungutan liar lainnya walau pun di situ ada tulisan "Bebas Pungli".

Sebagai Narapidana saya juga punya hak untuk melakukan Pembebasan Bersyarat yang slogannya gratis tapi tetap juga harus bayar minimal 5 Juta.

Sebagai seorang penulis artikel di Facebook tentu hal ini sangat memberatkan saya karena apa yang telah saya lakukan atas nama Keadilan dan Hukum di republik ini. Saya menulis artikel itu tidak di bayar atau di suruh oleh siapa pun karena semua motivasi saya tidak terlepas dari sebuah Panggilan Jiwa. Itulah isi BAP saya di dalam surat berkas perkara.

Dan dengan segala kebulatan tekad akhirnya saya memilih untuk tidak melakukan Pembebasan Bersyarat karena bagi saya segala macam penderitaan selama saya hidup di dalam penjara harus bisa saya jalani sebagai seorang Pejuang Keadilan di republik ini.

Bagi saya seorang Pejuang Keadilan tidak boleh mengemis ngemis Remisi bebas atau pun minta maaf kepada Penguasa Yang Dzalim !!

Cahyo Gumilar
(Narapidana Politik Zaman Now)

MAJELIS PERJUANGAN RAKYAT SEMESTA - MPRS , Nurhidayat Assegaf

Kepada Yth,
Saudaraku sebangsa setanah air
Para Penjaga NKRI
Dimanapun berada

*Assalamualaikum Wr. Wb.*
Menindak lanjuti Hasil Seminar Majelis Perjuangan Rakyat Semesta (MPRS) dengan Tema :
 *Menuntut Independensi KPU/Lembaga Aparatur Negara pada PILPRES/PILEG 2019* yang telah dilaksanakan di Gedung Joang 45 Menteng Jakarta Pusat, Kamis 20 Des 2019.

Maka dilaksanakan Rapat Koordinasi Team Perumus MPRS pada Hari Senin 24 Desember 2018 yang menghasilkan beberapa Kesepakatan antara lain :

*Melakukan upaya :*

*A.* Menyampaikan Gugatan Hukum Class Actoin ke MA dengan Tuntutan
*1.* Pembatalan Orang Gila ikut Pemilu.
*2.* Menuntut MENDAGRI utk membuka data 31 juta tambahan Peserta Pemilu sesuai dgn UU No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
*3.* Menuntut KPU utk me REVISI data daftar pemilih tetap mengingat adanya Peserta Pemilu yg wafat dan lahir sejak 2014 lalu.
*4.* Merevisi Form C1 yg sebelumnya satu lembar  saja menjadi 5 rangkap *( 1 rangkap utk Capres 01, 1 rangkap utk Capres 02, 1 utk KPU, 1 utk BAWASLU dan 1 utk KPPS)* Hal ini guna Mengantisipasi adanya Penambahan atau perubahan angka atau rekayasa hasil pemilih yg dilakukan OKNUM yg tidak bertanggungjawab.

*B.* Berkirim Surat Ke KPU

*1.* MENDESAK dan Menuntut KPU untuk  Menyediakan Form C.1 Rangkap 5 (KPU , Bawaslu , Pihak Capres 01 , Pihak Capres 02 dan 1 utk KPPS) sebagai alat bukti dan Antisipasi Saling Kontrol bila terjadi dugaan Kecurangan.

*2.* MENDESAK dan Menuntut KPU segera merevisi Data DPT yang sdh tersusun  sehubungan dgn adanya bbrp musibah Bencana Alam di Lombok , Palu , Anyer/Lampung yang banyak menelan korban jiwa meninggal dunia dan lain2 guna mengantisipasi para pihak yg memanfaatkan DPT KPU RI ini.

*3.* MENDESAK dan Menuntu KPU utk  mengeluarkan Adendum atau Peraturan pada Pemilih yg tdk terdaftar di DPT dan akan menggunakan E-KTP maka HARUS CHEK IN di TPS sejak awal pukul 8.00 ketika dimulainya Pembukaan Di TPS (Tidak Hanya datang 1 jam sblm TPS di Tutup, krn bisa saja ybs sudah mencoblos diwilayahnya lalu pergi ke wilayah lain  utk mencoblos lagi mengingat JEDA WAKTU  yg diberikan cukup senggang , via pesawat via mobil dlsb sebab ada indikasi mereka akan menciblos lagi dgn menggunakan E-KTP orang lain dan atau mereka dapat berpura-pura sebagai Musafir atau Orang setengah Gila).

*4.* MENDESAK dan Menuntut KPU untuk Menjelaskan 31 Juta Pemilih Misterius di DPT yang belum di publikasikan, serta membatalkan data dari Mendagri tsb.

*5.* MENDESAK dan Menuntut Ketegasan  KPU dalam Menetapkan dan Mewajibkan Cuti CAPRES PETAHANA sesuai dgn UU yg berlaku, Capres Petahana ter iNDIKASI menggunakan fasilitas Negara dalam berkampanye.

*6.* MENDESAK dan Menuntut KPU Membuat aturan yang Menyatakan Pendampingan WAJIB dari setiap Ketua Rt atau yg diwakilkan berada di TPS warga yg bersangkutan guna mengantisipasi warga lain yg tidak dikenal ikut beraktifitas di TPS , kewajiban ini juga berlaku buat Aparat TNI atau POLRI dgn 1 org berada di 1 TPS.

*7.* MENDESAK dan Menuntut KPU Menetapkan Jumlah Pemilih di Tiap TPS Maksimum berjumlah 300 orang pemilih yg terdata di DPT/TPS.

*8.* MENDESAK dan menuntut KPU serta BAWASLU Berani Bertindak tegas Bila CAPRES PETAHANA Melakukan pelanggaran dan atau melakukan Kampanye Terselubung dengan Menggunakan Fasilitas Negara (bagi-bagi Uang , bagi-bagi sembako , bagi-bagi sertifikat , pembebasan tol suramadu , peresmian peresmian proyek dll).

9. MENDESAK dan menuntut KPU DAN SELURUH APARATUR PEMERINTAH untuk membuat KOMITMEN POLITIK agar menyelenggarakan PILPRES DAN PILEG SECARA JUJUR DAN ADIL.

Semua hal tsb diatas akan kami TEMBUSKAN juga ke:
1. Presiden RI
2. Ketua MPR RI
3. Ketua DPR RI
4. CAPRES .01
5. CAPRES 02
6. MENDAGRI
7. BAWASLU
8. KOMNAS HAM
9. Perserikatan Bangsa2 (PBB).
10. SELURUH MEDIA ELEKTRONIK, MEDIA ONLINE DAN MASYARAKAT LUAS.

*C.* Kami MPRS beserta organ yg lain juga akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan DPR RI (KOMISI 3) terkait Kekacauan pada Proses Persiapan Pelaksanaan Pemilu 2019 dan bermusyawarah untuk mencari SOLUSI serta mendesak DPR RI Membentuk PANSUS utk mengatasi Tingkat Kepercayaan publik yang rendah terhadap Pemilu yang terindikasi akan adanya KECURANGAN yg masiv terorganisir dan Sistemik.

*D.* MENDESAK PANWASLU dan DUKCAPIL untuk Memusnahkan E-KTP yang sudah Tidak Terpakai atau Tidak Diketahui Keberadaan Pemiliknya.

Demikian aspirasi masyarakat yang dihimpun dan dirumuskan oleh Tim Perumus MPRS adalah berasal dari para Anggotanya yang terdiri dari berbagai lembaga kemasyarakatan , ormas dan element lain yang peduli terhadap Keutuhan NKRI dalam menjalankan Pemilu yang Aman dan Damai.

Kekhawatiran dari berbagai Kalangan akan Terjadinya Chaos bila terjadi Kecurangan pada PILPRES 2019 menjadi pendorong MPRS untuk berinisiatif menyampaikan semua permasalahan tersebut ke instansi terkait.

Demikian langkah yang akan ditempuh oleh MPRS dan Kelompok lainnya dalam Mengantisipasi Terjadinya Kecurangan pada pelaksanaan PILPRES dan PILEG 2019.

SILAHKAN DI SHARE KE SEMUA PIHAK YANG CINTA NKRI AMAN & DAMAI
*SEMOGA KECURANGAN PILPRES YANG AKAN MENJADI PEMANTIK CHAOS DAPAT TERHINDARI*

Wassalamualaikum Wr. Wb.
Salam Hormat
Ketua Umum MPRS
*Nurhidayat Assegaf*

Minggu, 30 Desember 2018

RENUNGAN DI AKHIR 2018

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

RENUNGAN DI AKHIR 2018

1 Diera IT, Pencipta gadget / komputer telah mempersiapkan KEYWORD /PASSWORD agar bisa masuk dan berinteraksi dg sluruh program2 lainny. Dan ternyata IT  jaman NOW hanya dupilkasi IT zaman OLD

2 MAHA Pencipta alam semesta dan seisiny, ALLAH SWT merancang Password 2 Kalimah Syahadat, yg mana password tsb "Ditanam/di insert" ke sluruh ciptaan Nya, bersamaan dg saat alam  semesta diciptakan, agar terjadi ONLINE / komunikasi yg di Remote Sang Maha Pencipta

3 Para sufi jaman Old mendapat anugerah cara ber komunikasi dg NYA sesuai jamannya, dan di era NOW, ilmu sufi lebih mudah di praktekkan  sesuai dg  IT Now, dan bila ISLAM di dalami juga dg ilmu IT now, mk tidak mustahil kelak akan banyak menghasilkan SUFI2 MUDA ERA MILENIAL.

4 Setelah mnsia ber SYAHADAT menyadari makna hakiki Syahadat, mk saat itulah mnsia sdh ONLINE dg ALLAH SWT krn SUDAH sesuai dg program NYA, dmn didalam DIRI/RUH mnsia scr otomatis SUDAH di insert 2 kalimah Syahadat, maha energi Allah & Rasulullah kesatuan yg tdk terpisahkan.

5 FOLLOWERS RASULULLAH beruntung dikaruniai Pasword 2 KALIMAH SYAHADAT (rukun islam 1)pembuka jalan komunikasi, SHOLAT jaringan Nirkabel ke Allah (rukun Islam 2),PUASA, ZAKAT HAJI (rukun Islam ke 3,4,5) Maha Energi  "PULSA WAJIB" bg yg MAMPU,utk MENYEMPURNAKN komunikasi dg NYA

6 TERNYATA 5 RUKUN ISLAM adalah SKENARIO MAHA KOMUNIKASI  CIPTAAN ALLAH SWT we bagi followers RASULULLAH, YG DISEMPURNAKAN DG MENGANUGERAHI  QURAN  DAN HADIST SBG KITAB PETUNJUK BERKOMUNIKASI  DUNIAWI AKHIRATI dg NYA. ( Menurut SUFI jaman NOW ).

7 Smakin banyak BerTAKBIR, TASBIH, TAHMID, DZIKIR ber SHALAWAT, Smakin tertib SHOLAT WAJIB, PUASA WAJIB, makin sering SHOLAT SUNAH,PUASA  SUNAH, meNUNAIKAN ZAKAT HAJI, MK SMAKIN BANYAK MAHA ENERGI "PULSA" untuk menjadi MANUSIA berkwalitas IMAN & TAQWA NY,

8  Menjadi MANUSIA berkwalitas IMAN DAN TAQWA NY, ber HATI BAIK, TENANG, LEMBUT, SABAR, pandai bersedekah sehingga MEMILIKI MODAL / MUNISI dalam MENGHADAPI SERANGAN FATAL IBLIS PADA Detik 2 SAKRATUL MAUT,

9 Saat IBLIS MENYERANG dg SLURUH ILMU JAHATnya, membawa Manusia yg MINIM MODAL PAHALA m7 SU'UL KHOTIMAH, bg yg CUKUP MODAL MUNISI PAHALA, atas IJIN ALLAH, AKAN MAMPU MEMBUNUH energi JAHAT IBLIS di SAKRATUL MAUT, MENUJU HUSNUL KHOTIMAH, WALLOHU ALAM BISHOWAB, SALAM TAKZIM .

CHINA GAGAL DI THAILAND KARENA ANGKATAN DARATNYA SEGERA SADAR

PENGALAMAN RAKYAT THAILAND yang DIBODOHIN oleh Pemimpin mereka 
(Perdana Menteri) yang JAGO PENCITRAAN



Negara Kerajaan Thailand pernah dipimpin oleh Perdana Menteri yang merakyat, dia sangat disayangi dan dipuja-puja oleh rakyatnya karena baik, murah senyum, suka blusukan menyapa rakyatnya. Dialah PM Thaksin Shinawatra yang namanya dibuat mendunia.

Tetapi Dunia dikejutkan dengan adanya Demo besar rakyat Thailand yang didukung penuh 
Angkatan Darat Kerajaan Thailand dan direstui Raja Bhumibol untuk menurunkan PM Thaksin. 
Bahkan seluruh negara Asean dan Dunia mengecam Kudeta tersebut, bahkan PBB turun tangan.

Tetapi Dunia dikejutkan juga dengan militansi dan nasionalis rakyat dan Tentara AD Thailand, 
yang berhasil membongkar konglomerat yg jadi PM Thailand.

Mengapa rakyat yg semula memuja berubah menjadi marah ? 
Karena Thaksin yang baik hati serta murah senyum tersebut ternyata :
- Thaksin Keturunan China yg semula mengaku asli Thai.
- Semula rakyat bangga memiliki PM konglomerat, ternyata mengeruk uang negara/korupsi untuk dirinya dan partainya.
- Menghimpun uang rakyat dan uang negara dibawa ke luar negeri (china).
- Terbongkar bahwa Thaksin boneka China, 
untuk membuka pintu China menguasai Thailand baik ideologi maupun ekonomi.
Ini yg membuat Tentara dan Raja marah.

Dunia mengira Junta Militer akan menguasai pemerintahan. 
Ternyata militer hanya menyelamatkan negara yg akan dimasuki Gerombolan CHINA 
Setelah tertib dan rapi, militer memberikan lagi kepada sipil sesuai konstitusi.
Yang mengacaukan situasi adalah MEDIA, karena media dibawah kendali penyandang dana china juga.

Cerita di atas Saya dapatkan bukan dari media, tapi cerita warga Thailand langsung
bulan April lalu..

..by Agus 
#saveNKRI... 👆😁👆

Jumat, 23 November 2018

MEMBONGKAR PARA PENGKHIANAT BANGSA (1) Tulisan wartawati senior Linda Jalil

Ini kisah dari Linda Jalil, wartawati senior.

*HOAX DAN FITNAH SEPUTAR PRABOWO*

Tentu ini gara-gara cerita seram “ham hem hom”. Pembunuh, kejam, penculik dan sebagainya.
Lalu saya merenung. Mengapa saya, yang sempat menikmati profesi jurnalis begitu mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu kebenarannya?
Saya pelan-pelan melacak,menelusuri, membaca banyak dokumen, termasuk pula saya menyelidiki sumber-sumber atau orang seperti apa yang memberikan cerita seram tentang Prabowo.

Dapatkah kredibilitas mereka dipercaya?
Mereka itu siapa saja, dan dulunya bagaimana?
Maaf saya tidak ingin riya, tetapi dalam penelusuran saya, tak pernah sekejap pun saya berhenti doa, saya minta kepada Sang Rabb untuk diberi jalan terang, tidak termakan cerita buram. Bila Prabowo baj*ngan perlihatkanlah di depan mata saya, segala buktinya. Dan segala perasaan saya untuk jauh-jauh dari mendukung dia.

Tapi apabila dalam hal ini ia hanya tersiram tuduhan keji, semoga Tuhan memperlihatkan kebenarannya bagi saya pribadi.
Saya kenal orang itu karena ayah ibu saya dulu sempat kenal dengan Oom Cum/Pak Sumitro. Tante Dora Sigar, ibunda Prabowo juga bukannya ibu saya tidak mengenalnya.

Adik-adik Prabowo saya kenal sambil lalu dan mereka cukup ramah, dan secara kebetulan pula ia menikah dengan Titiek Soeharto, teman remaja saya.
Tapi tak pernah sekalipun dalam kedekatan saya yang hanya sambil lalu itu mempengaruhi saya untuk mati-matian membela dia bila memang ia bersalah. Tidak akan !!

Staf saya di kantor bahkan pernah menyampaikan cerita ngeri.
Dia bilang bahwa dia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Fadli Zon digampari oleh Prabowo di suatu acara.
Saya kaget setengah mati, sehingga saya makin yakin saat itu bahwa tidak akan pernah maulah saya memilih dia.
Saya sempat geram termakan cerita itu.

Lama-lama, saya berpikir ulang kembali. Kok gampang banget saya percaya cerita semacam itu? Lalu saya memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada Fadli Zon, sebagai adik kelas saya di UI dan orang yang selalu sangat berperhatian kepada seni budaya Indonesia dan sangat ikhlas bila merangkul para seniman Indonesia, juga kepada Idris Sardi hingga tutup usia.

Hoax : Prabowo Gampar Fadli Zon dan Ajudan

Fadli sangat kaget luar biasa. Ia berani bersumpah di atas Al Qur’an bahwa hal itu sama sekail tidak pernah terjadi.
“Mbak Linda, gak mungkin Prabowo gampar saya? Dia tidak pernah sekalipun melakukan hal itu kepada saya.” begitu kata Fadli. Saya agak kecewa dengan staf saya, yang sudah dengan seenaknya mengarang cerita.
Ketika saya bilang bahwa saya sudah cek yang bersangkutan, dia panik. Tampaknya ia memang mengarang cerita.

Lalu, saya dengar lagi cerita dari anak saya bahwa temannya yang bekerja di Production House (PH) juga melihat ia menggampar ajudannya di depan pekerja PH yang akan membuat film-nya.
Cerita hampir senada dengan cerita staf saya. Ajudan Prabowo saya kenal. Tak satupun yang tidak heran mendengar cerita itu. Ya, semua heran dan ‘kagum’, karena betapa dahsyatnya karangan-karangan semacam itu.
Ya, karangan yang sudah terstruktur.

Sejak awal kampanye kemarin ini, berbagai pihak menyerang lagi dengan ‘isu musiman pemilu’ soal ham hem hom itu, dan yang membuat saya terpana, saat ia berada terus menerus di samping Megawati, tuduhan tidak gencar-gencar amat. Begitu Megawati menjelaskan duduk perkaranya, isu menjadi sepi. Terlebih para pengikutnya di partainya.

Hoax dan Fitnah : Prabowo Psikopat

Tak seperti sekarang yang tampak sorak sorai tuduhan maut itu bertubi-tubi. Muncul nama Hendropriyono.
Dia teman saya. Dia tetangga ibu saya dan teman jalan pagi ayah Adjie Masaid alm.
Saya juga sering bergurau dengannya di tempat bertugas.
Istrinya yang cantik juga sering saya sapa.
Tapi saya bingung ketika Hendro berkoar soal Prabowo gila lah, kejam, psikopat … lha, bukankah peristiwa Talangsari Lampung di bawah tanggung jawabnya? Kejadian yang super kejam semua atas pengetahuan dia bukan?
Kok bisa-bisanya ia berkata kalau Jokowi menang, persoalan pelanggaran HAM akan dituntaskan.

Duh mas Hendro ini bagaimana ya? Bagai tak bercermin pada diri sendiri. Sudomo pun jelas-jelas berkata kasus Talangsari adalah tanggungjawab Hendropriyono.
Cerita kekejaman itu seperti apa?
Bacalah sendiri di berita-berita masa lalu. Ngeri !!

Lalu ada Agum Gumelar.
Bila saya duduk bersamanya makan siang di beberapa restoran di Jakarta, ia selalu mencibir soal Prabowo.
Tapi kalau saya tanya rincinya apa kekurangan orang itu, mas Agum berkelit. Aneh !
Dan yang lebih aneh, tidak saya sangka lelaki yang sudah pernah jadi menteri tapi antusias mencalonkan diri jadi presiden hingga gubernur ini, melontarkan ketidaksenangannya terhadap Prabowo terang-terangan di muka publik.

Bagai bukan pengemban Sapta Marga.
Bagai bukan seorang prajurit saja yang saling kasih terhadap koleganya sesama prajurit.
Belum lagi mencermati Luhut Panjaitan berbicara, Saya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Saya hanya sekadar membandingkan, bila ada kejadian di dunia kedokteran, sang dokter melakukan mal praktek, salah diagnosa, diprotes keras oleh pasien dan diberitakan ke mana-mana, pernahkah kita mendengar sesama dokter lain yang ikut menabuh gong, menista, membuka segala kekurangan koleganya, apalagi kalau itu hanya karena fitnah rekayasa dan berunsur dengki? Pernah tidak?
Para dokter akan sangat santun menutup mulut mereka rapat-rapat.
Biarlah ditangani oleh yang berwajib.
Bukan ditambahi dengan cerita apapun antar sesama kolega.
Mengapa tentara Indonesia yang namanya saya sebut tadi tidak mampu berperilaku serupa dokter-dokter itu?

Saya belum lama ini mengobrol dengan bapak Azwar Anas yang sudah mendekati renta.
Air matanya berlinang saat mengucapkan kata Agum, Hendro, Luhut.
“Mereka mungkin lupa pada Sapta Marga”, katanya lirih. Juga Menkopolhukam Djoko Suyanto, saya tanya mengapa rekan-rekanmu seperti itu kelakuannya? “Saya sudah menegur Hendro”, jawabnya.

Hoax dan Fitnah : Prabowo Mau Kudeta

Belum lagi Wiranto.
Makin hari makin banyak berita yang menceritakan kebenaran yang sesungguhnya.
Sampai-sampai, Elza Syarief dan Fuad Bawazir sesama Hanura akhirnya mengungkap di publik tentang Wiranto terhadap kejadian Prabowo.
Orang ini saat jadi ajudan presiden Soeharto, saya berada di dekatnya pada tempat bekerja yang sama. Wiranto tak pernah murah senyum. Ia kaku, terkesan angkuh, tak banyak bicara.

Tetapi ada beberapa menteri berkata kepada saya kala itu, Wiranto memang cerdas dan cepat tanggap dalam bekerja, menghubungkan antara urusan menteri ke presiden.
Apapun, saya hanya bisa geleng-geleng kepala bila cerita tentang Wiranto cuci tangan terhadap urusan Prabowo yang dihina dina dan dituduh segala kekejamannya, juga cerita bahwa dialah sebenarnya salah satu penyebab Titiek dan Prabowo bercerai ( yang sudah saya, kita, baca di media on line ), dia jugalah yang melempar fitnah bahwa Prabowo akan melakukan kudeta, ya, sekali lagi, apabila ini memang benar dia pelaku penyerang fitnah, alangkah super kejamnya.

Prabowo pernah berkata dalam menghadapi berbagai problem yang menimpa dirinya, “Sudah tidak gila saja saya sudah bagus..”, menjadi kata-kata yang terngiang di telinga saya. Dengan amat sadar, saya bayangkan bila kita memiliki anak, cucu, atau menantu, yang dituduh keji, fitnah yang terpelihara tahun-tahunan tanpa pengadilan tanpa bukti dan didiamkan hingga kekuasaan 5 presiden, bisakah kita hidup bergembira?

Oya, juga kesan bagi keluarga kita bila salah satu anggota keluarga kita ingin menciptakan kesejahteraan bangsa ini, yang kenyang nyaris ‘mampus’ di medan laga, manakala teman-teman atau adik-adik kelasnya orang-orang sipil yang masih bisa menikmati kopi hangat di kafe sejuk, menikmati mal hingga musik metal, sementara ia sudah mengalami didorong ke lautan lepas atau dari ketinggian langit, hingga hampir dibakar hidup-hidup di dalam hutan demi membela negara, tapi senantiasa dihina, dikecam, disebar gosip bengis jahat dan dianggap monster, lagi-lagi, riang hatikah hidup kita menghadapi hal semacam ini??

Semoga saya, keluarga besar saya, tidak didera fitnah keji serta pembunuhan karakter yang kejam.
Tak ingin dicubit, maka janganlah mencubit.

(Catatan Linda Jalil)

Minggu, 09 September 2018

TAHUNBARU HIJRIYAH 1440 H

JELANG AKHIR Th 1439 H
🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻
Tanpa terasa bsk mlm tahun 1439 H akan berakhir...!!!
👨‍👩‍👧‍👦 *Buat semua Keluargaku tercinta :*
Kalianlah penyemangat dlm hidupku...

👳‍♀ *Buat Sahabatku2 tercinta :*
Jangan melupakan aku bila aku pernah membuat dirimu kecewa.

👨‍🏫 *Buat temanku2 :*
Maafkan aku kalau aku punya salah yg disengaja maupun tidak di sengaja.

💁‍♂ *Buat yg tidak menyukai aku karena kesalahanku :*
Maafkan aku bila selama ini aku pernah salah dihadapan mu...

🗣  *Buat orang yg pernah menyakiti aku.*
Terima kasih karena sudah mengajari aku arti sebuah ke ikhlasan, kesabaran dan ketabahan..,,,

👥 *Terima kasih buat kalian semua* sudah ada dalam bagian hidupku, dan yg menjadikan th 1439 H bagiku menjadi pelajaran yg sangat indah dan bermakna...
🍃🌻🍃🌻🍃🌻🍃🌻

Semoga di tahun 1440 H,  kita semua lebih Istiqomah dalam IMAN dan TAQWA kpd ALLAH SWT , diberi Kesehatan. serta Rezeki yg cukup Aamiin ..

Cara Mengalahkan TOHIR

CARA MENGALAHKAN TOHIR
by Zeng Wei Jian

Erik Tohir fix jadi Ketua Timses Ko-Ruf. Muldoko tersingkir. Dua kali dia kena PHP. Diproyeksikan jadi Cawapres dan Ketua Timses. Amblas semua. Perih Jenderal...!!

Erik Tohir is the closing statement of Ko-Ruf ironic failure. Timses gemuk; rentan konflik. Cawapres old school. Dollar naik. Ingkar janji. Disgruntle netizen. Sukses Asian Games itu di tangan Sandi saat Wagub.

Tidak ada moral force di Kubu Ko-Ruf. "Proyeknisasi", kepentingan dan duit mengikat klik-klik supporters. Ko-Ruf obyek investasi merugi. Saat kalah, semuanya bakal jato miskin. Bangkrut.

Mereka ngga punya self-confidence. Tohir digadang-gadang nyaingin Wapres Sandi. Padahal posisinya segaris dengan Jenderal Joko Santoso.

Net worth Tohir; 1.4 milyar dolar. Di bawah Sandi. Tidak setampan Sandi. Mereka teman lama. Bila Tohir main-mata, Ko-Ruf rusak. Sebagai bussinessman, Tohir harus main dua kaki. Buat jaga-jaga.

Sandi-Tohir anak-anak bisnis William Suryajaya (Bos Astra). Bedanya, Erik adalah generasi kedua. Teddy Tohir (ayah Erik) adalah konglomerat yang pernah kerja untuk Om William.

Sedangkan Sandi, dia generasi pertama imperium bisnisnya. Sukses Erik berasal dari ayah.

Adagium Tionghoa; Generasi pertama membangun, generasi kedua foya-foya, generasi tiga menghabisi.

Di bidang akademik, Tohir hanya lulusan community college. Sandi cum laude mulu di universitas bergengsi.

Jadi Sandi jauh di atas Erik. Segala-galanya. Erik hanya menang dari Joko Santoso; lebih muda dan lebih tajir. Selebihnya, Joko Santoso menang mutlak.

Saya prediksi, Tim Erik tidak punya opsi lain kecuali adopsi metode konvensional. This is assymetric warfare. Mereka di posisi kuat.

Sebagai pihak inferior, Jenderal Joko Santoso mesti merilis unconventional warfare dengan metode gerilya, hit-n-run tactic, dan selective battle plans.

Saya kira, Erik has no chance to defeat Joko Santoso. Strategi-taktis komplit yang sebenarnya tidak bisa digelar di sini. Biar Tohir dan bosnya mengira-ngira dalam gelap.

THE END