Sabtu, 13 Desember 2014
tahajud
Selamat malam...diatas sajadah dgn nafas yg lega...bersujud..maka nikmat Allah yg mana lagi yg kau dustakan ?
Jumat, 05 Desember 2014
Asymmetric Lawan di Tubuh TNI
Asymmetric War Fare - AWF lawan di tubuh TNI
1. Suatu tindakan, pengorganisasian, dan pemikiran yang “berbeda dari lawan untuk memaksimalkan keuntungan pihak sendiri, mengeksploitasi kelemahan lawan, menjadi pemegang inisiatif dan mendapatkan peluang yang lebih besar untuk bereaksi”, dapat berupa strategi politik, strategi militer, operasional, atau kombinasi dari hal tersebut, bisa dalam rentang waktu jangka pendek atau jangka panjang, dapat dijabarkan atau memang sudah seperti adanya, bersifat tertutup ataupun proaktif dalam pendekatannya, bisa bersifat psikologis atau dimensi fisik.
(Steven Metz dan Douglas Johnson)
2. Kekuatan menghancurkan sebuah bangsa diera super modern ini terletak pada kecanggihan tehnologi dengan menguasai satelit guna memonopoli FREKUENSI sebagai alat propaganda elegan mencuci otak pikiran, dan hati para pemimpin dan pejuang bangsa hingga ketatanan rakyat bawah untuk melemahkan patriotisme bangsa dan penyadapan Kepala Negara dan beberapa orang penting, penguasaan media TV, internet, telekomunikasi oleh kelompok tertentu salah satu caranya.
3. Asymmetric War Fare – AWF lawan memanfaatkan situasi apa yang ada ditubuh TNI selama 65 tahun, mengolah serta menjadikan “senjata” yang elegan untuk melemahkan TNI sekaligus melemahkan kedaulatan bangsa secara systematis
4. Perbandingan SDM dan alutsista TNI AD – TNI AL serta TNI AU yang tidak proporsional selama 65 tahun ini, dimanfaatkan oleh Konspirasi Global untuk melemahkan negara dan bangsa secara telak. Dominasi SDM dan Alutsista TNI AD dipelihara agar TNI tidak mampu melindungi wilayah laut, yang seharusnya menjadi domain TNI AL sebagai garda terdepan Indonesia dinegara maritime yang memiliki panjang pantai ke 4 didunia.
5. Kondisi kekuatan yang tak berimbang ini tanpa disadari telah dinikmati oleh para pimpinan TNI AD pada khususnya untuk mengembangkan kekuatan pertahanan dengan cara yang salah, karena tidak tepat sasaran, walhasil menghasilkan pemimpin yang berorientasi kepada kekuasaan, bukan tugas yang berujung menjadi tentara jauh dari hati rakyatnya, tidak sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,
6. Disisi lain para Pemimpin TNI AL dan TNI AU selama 65 tahun mengalami kondisi disorientasi tugas dan secara terpaksa dan berat hati menerima garis nasibnya yang sebetulnya juga sangat membahayakan kondisi pertahanan bangsa, karena lemahnya pertahanan territorial laut serta udara memudahkan intelijen negara asing menyusup kedalam kehidupan masyarakat seraya merampok SDA rakyat tanpa terdeteksi oleh TNI.
7. Kondisi psikologis dalam tubuh TNI yang tidak harmonis akibat didominasi aroma “kakak tertua”, dimanfaatkan lawan secara asymmetric untuk menjatuhkan kewibawaan TNI dimata masyarakat yang berujung tercipta suasana disharmoni antara rakyat yang oleh Panglima Besar Sudirman sebagai air dan TNI diibaratkan ikan . Konflik fisik antara anggota termasuk dengan Polri dan rakyat mulai dari skala ringan hingga berat diciptakan secara berkala berujung merusak citra TNI dimata rakyat dan dunia internasional. Rakyat semakin cerdas mengharap kejayaan bangsa dan negara, agar kekuatan SDM dan alutsista TNI ditata secara proporsional dan profesional .
8. Menarik pelajaran dari berdirinya Polri diluar ABRI yang hingga kini masih ditandai dengan pertikaian TNI versus Polri karena ego sektoral, maka pimpinan TNI perlu mempersiapkan situasi mental prajurit TNI atas perubahan jumlah kekuatan dan peran TNI AL sebagai garda terdepan bangsa melindungi territorial laut, agar tidak terjadi konflik interest.
9. Diera informasi, sementara TNI AL dan TNI AU mempersiapkan mental dan profesionalisme militernya, maka TNI AD sebagai pengawal territorial darat disamping perkuat daya tempur militernya, perlu segera mempersiapkan cyber troops termasuk dengan mengoptimalisasi keberadaan PNS TNI AD sebagai bapul dalam rangka masuk dalam kerangka asymmetric warfare .
10. Penggalangan terhadap tokoh masyarakat sipil yang telah berlangsung selama perang kemerdekaan hingga kini perlu ditingkatkan dalam rangka melanjutkan serta membangkitkan peran sejarah para pahlawan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan NKRI.
11. Strategi lawan menggunakan Asymmetric warfare melemahkan TNI secara moral, dengan cara menguasai frekuensi TV, Radio, internet dll untuk mem brainwash masyarakat dengan stigmatisasi TNI pelanggar HAM harus segera dihentikan dengan cara mempersiapkan cyber troops yang diperkuat mengoptimalisasi PNS sebagai bapul terpercaya.
12. TNI perlu segera menguasai tehnologi satelit sebagai “CCTV” alutsista mutakhir , mempersiapkan prajurit professional, handal sebagai cyber troops serta memiliki keimanan yang tinggi dalam memenangkan asymmetric warfare menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat.
1. Suatu tindakan, pengorganisasian, dan pemikiran yang “berbeda dari lawan untuk memaksimalkan keuntungan pihak sendiri, mengeksploitasi kelemahan lawan, menjadi pemegang inisiatif dan mendapatkan peluang yang lebih besar untuk bereaksi”, dapat berupa strategi politik, strategi militer, operasional, atau kombinasi dari hal tersebut, bisa dalam rentang waktu jangka pendek atau jangka panjang, dapat dijabarkan atau memang sudah seperti adanya, bersifat tertutup ataupun proaktif dalam pendekatannya, bisa bersifat psikologis atau dimensi fisik.
(Steven Metz dan Douglas Johnson)
2. Kekuatan menghancurkan sebuah bangsa diera super modern ini terletak pada kecanggihan tehnologi dengan menguasai satelit guna memonopoli FREKUENSI sebagai alat propaganda elegan mencuci otak pikiran, dan hati para pemimpin dan pejuang bangsa hingga ketatanan rakyat bawah untuk melemahkan patriotisme bangsa dan penyadapan Kepala Negara dan beberapa orang penting, penguasaan media TV, internet, telekomunikasi oleh kelompok tertentu salah satu caranya.
3. Asymmetric War Fare – AWF lawan memanfaatkan situasi apa yang ada ditubuh TNI selama 65 tahun, mengolah serta menjadikan “senjata” yang elegan untuk melemahkan TNI sekaligus melemahkan kedaulatan bangsa secara systematis
4. Perbandingan SDM dan alutsista TNI AD – TNI AL serta TNI AU yang tidak proporsional selama 65 tahun ini, dimanfaatkan oleh Konspirasi Global untuk melemahkan negara dan bangsa secara telak. Dominasi SDM dan Alutsista TNI AD dipelihara agar TNI tidak mampu melindungi wilayah laut, yang seharusnya menjadi domain TNI AL sebagai garda terdepan Indonesia dinegara maritime yang memiliki panjang pantai ke 4 didunia.
5. Kondisi kekuatan yang tak berimbang ini tanpa disadari telah dinikmati oleh para pimpinan TNI AD pada khususnya untuk mengembangkan kekuatan pertahanan dengan cara yang salah, karena tidak tepat sasaran, walhasil menghasilkan pemimpin yang berorientasi kepada kekuasaan, bukan tugas yang berujung menjadi tentara jauh dari hati rakyatnya, tidak sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,
6. Disisi lain para Pemimpin TNI AL dan TNI AU selama 65 tahun mengalami kondisi disorientasi tugas dan secara terpaksa dan berat hati menerima garis nasibnya yang sebetulnya juga sangat membahayakan kondisi pertahanan bangsa, karena lemahnya pertahanan territorial laut serta udara memudahkan intelijen negara asing menyusup kedalam kehidupan masyarakat seraya merampok SDA rakyat tanpa terdeteksi oleh TNI.
7. Kondisi psikologis dalam tubuh TNI yang tidak harmonis akibat didominasi aroma “kakak tertua”, dimanfaatkan lawan secara asymmetric untuk menjatuhkan kewibawaan TNI dimata masyarakat yang berujung tercipta suasana disharmoni antara rakyat yang oleh Panglima Besar Sudirman sebagai air dan TNI diibaratkan ikan . Konflik fisik antara anggota termasuk dengan Polri dan rakyat mulai dari skala ringan hingga berat diciptakan secara berkala berujung merusak citra TNI dimata rakyat dan dunia internasional. Rakyat semakin cerdas mengharap kejayaan bangsa dan negara, agar kekuatan SDM dan alutsista TNI ditata secara proporsional dan profesional .
8. Menarik pelajaran dari berdirinya Polri diluar ABRI yang hingga kini masih ditandai dengan pertikaian TNI versus Polri karena ego sektoral, maka pimpinan TNI perlu mempersiapkan situasi mental prajurit TNI atas perubahan jumlah kekuatan dan peran TNI AL sebagai garda terdepan bangsa melindungi territorial laut, agar tidak terjadi konflik interest.
9. Diera informasi, sementara TNI AL dan TNI AU mempersiapkan mental dan profesionalisme militernya, maka TNI AD sebagai pengawal territorial darat disamping perkuat daya tempur militernya, perlu segera mempersiapkan cyber troops termasuk dengan mengoptimalisasi keberadaan PNS TNI AD sebagai bapul dalam rangka masuk dalam kerangka asymmetric warfare .
10. Penggalangan terhadap tokoh masyarakat sipil yang telah berlangsung selama perang kemerdekaan hingga kini perlu ditingkatkan dalam rangka melanjutkan serta membangkitkan peran sejarah para pahlawan mempertahankan serta mengisi kemerdekaan NKRI.
11. Strategi lawan menggunakan Asymmetric warfare melemahkan TNI secara moral, dengan cara menguasai frekuensi TV, Radio, internet dll untuk mem brainwash masyarakat dengan stigmatisasi TNI pelanggar HAM harus segera dihentikan dengan cara mempersiapkan cyber troops yang diperkuat mengoptimalisasi PNS sebagai bapul terpercaya.
12. TNI perlu segera menguasai tehnologi satelit sebagai “CCTV” alutsista mutakhir , mempersiapkan prajurit professional, handal sebagai cyber troops serta memiliki keimanan yang tinggi dalam memenangkan asymmetric warfare menuju Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat.
Jumat, 03 Mei 2013
Menikmati Sholatnya "software"
Menikmati Sholatnya
"software"
Mengapa sholat itu sangat penting ? Perintah sholat adalah satu2nya
perintah Allah SWT yg diturunkan tidak lewat Jibril kebumi, tetapi
langsung kepada Rasulullah saat Muhammad SAW diperjalankan isra Mi'raj
menghadap Allah SWT di Sidratul Munthaha. Karenanya Yang pertama kali
dihisap adalah sholat. 5 rukun Islam adalah sistem berkomunikasi kepada Allah
SWT, dimana Al Quran dan Hadis adalah buku manualny. Dan beruntunglah muslim
karena dianugerhi perangkat maha komunikasi langsung ke Allah SWT.
Setelah membuka Pin atau password, ketika menekan nomer HP, kemudian
berbicara dengan yg dituju, tanpa disadari sebetulnya ada proses pengiriman
signal/, energi yg memancar dari HP ke ribuan BTS sebagai menara penguat signal
yg berjarak ratusan kilometer, kemudian secara otomatis melesat ke satelit yg
berjarak orbit paling tidak 20.000 km dari bumi, untuk kemudian dipantulkan ke
bumi menuju nomer sasaran yg dituju, seolah tak ada batas ruang dan waktu hanya
dalam 5 detik, dan itulah prosesnya komunikasi software duniawi !Hardware HP
dicopy dari manusia (mata=lensa ; mulut/telinga= speaker ; syaraf = kabel
2 ; otak = memori ; jantung = batere), manusia "HP" cioptaan Allah
SWT memiliki kapasitas lebih dari 600 milyard kali dibanding HP tercanggih.
Proses komunikasi duniawi ini bisa digunakan sebagai analogi saat manusia
tengah sholat/ on line/ berkomunikasi dengan Allah SWT melalui konsep 5 rukun
Islam ribuan tahun yl, dan baru bisa dimengerti oleh manusia modern saat
ini.Sholat adl sistem komunikasi buatan Allah SWT, jaringan komunikasi maha
sempurna dr sajadah 1,6 Milyar muslim dibelahan bumi manapun dg maha energi
Allah huakbar Takbiratulihram Isro' ke Ka'bah, trus dg maha energi 7 ayat
alfatikah Mi'raj menembus ke langit ke 7 hingga di Sidratul Munthaha.
5 rukun Islam sbg Jaringan komunikasi ciptaan Allah SWT dimulai dengan rukun Islam pertama 2 kalimah Syahadat sebagai password/pin syarat utama untuk masuk kejaringan Islam. Menegakkan sholat sebagai rukun Islam ke 2 diibaratkan sebagai maha jaringan "telkom"nya. Agar energi doa dalam sholat sampai ke hadirat Allah SWT disinggasananya di Sidratul Munthaha, diperlukan “Pulsa Strategis” yg telah disiapkan Allah SWT di rukun Islam ke 3, 4 dan 5, berpuasa Ramadhan, membayar Zakat dan menunaikan ibadah haji bagi yg mampu.
Saat manusia/hardware berniat sholat kemudian Takbiratulihram, dengn
maha energi Allahhu Akbar maka software sholat secara otomatis diperjalankan
menjelajah maha jaringan sholat, melesat dengan kecepatan tak terhingga menuju
Ka’bah (sebagai repeater/ BTSnya milyaran muslim yg sholat, dan inilah
proses Isro’nya software. Kemudian, saat membaca 7 ayat Alfatihah, maka
terjadilah proses Mi’raj dimana dengan kecepatan tak terhingga, software
melesat diantar oleh maha energy Alfatihah, menembus 7 lapis langit menuju ke
Sidratul Munthaha,tempat dimana "Software" manusia diantivirus,
dicharging agar energizing, sabar, amanah, tawakal dlm kesehariannya, hingga
selesai rakaat terakhir membaca tahiyat akhir (dialog Allah SWT dg Rasullullah)
dan salam, software amanah tadi kemudian menukik kembali bergabung seiring
dengan hardware yg selesai menegakkan sholat diatas sajadah dibumi.
Proses sholatnya software ini sukses bila manusia memiliki “pulsa strategis” yg cukup, sudah cukupkah
”pulsa” untuk berkomunikasi ke Allah SWT? Zakat, haji, dan berpuasa Ramadhan ( bagi yg mampu) sumber "pulsa" bagi yg mampu, dan jadi akan menjadi sumber virus yg merusak jaringan komunikasi ke Allah SWT bila tidak dilaksanakan.
Ada Aliran agama yg menggunakan password diluar 2 kalimah syahadat,
dipastikan tidak mampu menembus masuk kejaringan Islam, apalagi berkomunikasi
dengan Allah SWT, dengan demikian kelompok ini bukanlah muslim, sekalipun
mereka juga melaksanakan rukun Islam dan rukun Iman.Bagi Yg tidak berpunya
jangan berkecil hati, karena "software-hati" yg bersih aplagi bila
”pulsanya banyak” (krn pernah mendapat hidayah Lailatul Qodar) dan ”HPnya
bagus”/sholeh, maka setiap ia sholat, sebenarnya ia sudah diperjalankan Isro
Mi’raj.”Pulsa/pahala strategis” terbanyak dijanjikan Allah SWT bagi semua
muslim, kaya, miskin, tua muda, laki perempuan, ada di malam-malam ganjil, pada
sepuluh hari terakhir dibulan Ramadhan, ketika Allah SWT menurunkan malam
Lailatul Qodar -LQ yg pahalanya lebih dari 1000 bulan.Saat mana tamu agung
Jibril cs yg berwujud Maha Nur diturunkan kebumi untuk menyelesaikan segala
urusan,sekaligus meradiasi, mencharging, meliput, merekam kegiatan ibadah, doa
muslim yg langsung akan dilaporkan kehadirat Allah SWT dalam satu malam (
menjemput bola).
LQ bila Ibaratkan sebagai pulsa
bonus, gratis bicara dan berkomunikasi dengan Allah SWT selama 80 tahun lebih,
sekalipun jarak bumi ke bintang terjauh
diatap langit ke 1 berjarak 500 juta triliun km, maka Mi’rajnya umat muslim ke langit ke 7 yg jaraknya tak terhingga, niscaya akan ditempuh dengan kecepatan diatas kecepatan cahaya, dan benarlah firman Allah SWT, bahwa Allah berada lebih dekat dari urat leher manusia (AQ 2:186). LQ Ibarat maha energi, kekuatan Lailatul Qodar di hidayahkan kpd muslim sebagai anti virus untuk menghancurkan istana setan berikut penghuninya yg secara intens berbisik dihati memproduksi kejahatan, sombong, takabur, kikir, iri dengki, gibah dst. Dg hancurnya istana setan dihati, diharapkan dari hari kehari manusia akan memiliki hati yg lembut, menentramkan serta semakin sholeh, sebagai modal berkomunikasi dengan Allah dan seluruh ciptaan NYA.
diatap langit ke 1 berjarak 500 juta triliun km, maka Mi’rajnya umat muslim ke langit ke 7 yg jaraknya tak terhingga, niscaya akan ditempuh dengan kecepatan diatas kecepatan cahaya, dan benarlah firman Allah SWT, bahwa Allah berada lebih dekat dari urat leher manusia (AQ 2:186). LQ Ibarat maha energi, kekuatan Lailatul Qodar di hidayahkan kpd muslim sebagai anti virus untuk menghancurkan istana setan berikut penghuninya yg secara intens berbisik dihati memproduksi kejahatan, sombong, takabur, kikir, iri dengki, gibah dst. Dg hancurnya istana setan dihati, diharapkan dari hari kehari manusia akan memiliki hati yg lembut, menentramkan serta semakin sholeh, sebagai modal berkomunikasi dengan Allah dan seluruh ciptaan NYA.
Melatih, menyadari dan meyakini bahwa setiap kali sholat, ada
software/signal/energi rohani dari tubuh yg diperjalankan melalui jaringan
sholat yg diciptakan Allah SWT saat isro mirajnya Rasulullah Muhammad SAW
dg kecepatan melampaui kecepatan cahaya Isro kearah Ka’bah, kemudian
Mi’raj ke Sidratul Munthaha, akan memperkuat keyakinan dan keimanan kepada
NYA,membantu kekhusyukan sholat, selanjutnya akan meningkatan kwalitas ibadah
dan hidup dunia akhirat.
Pendekatan dakwah dgn Tehnologi Informasi perlu segera disosialisasikan
kepada generasi muda bangsa, pencinta HP/komputer, IT mania, mengingat serangan
asymmetric lawan melalui monopoli FREKUENSI untuk menghancurkan moral bangsa
telah sangat masif dan sistemik, menelusup ke HP digenggam setiap saat
berisikan ideologi, budaya asing, tayangan porno, kekerasan dst nya.
Sabda Rasulullah dan peringatan keras beliau 1400 thn yl bahwa akan ada ummatku
yabg banyak jumlahnya, namun berkwalitas seperti buih dilautan, ternyata
peringatan itu ditujukan kepada ummat Islam Indonesia yg kini terbanyak
didunia, dan jangan2 kwalitasnya benar2 seperti buih dilautan. Marilah kita
introspeksi memperbaiki diri dgn mangharap charging dari Allah SWT agar NKRI
menjadi bangsa yang bermartabat bersatu berdaulat. Selamatkan generasi bangsa
agar tidak menjadi generasi GBHN-Galau,Bringas, Hedon Narsis,selamat berjuang !
Smoga manfaat, wassalam @endro51
Wednesday, September
16, 2009, 11:48:43 AM
Senin, 08 April 2013
Bisikan versus dzikir
Dipersembahkan
bagi anak dan remaja tunas bangsa di HUT ke 60 Republik Indonesia, 17-08-2005
Bisikan versus dzikir
tinjauan menegemen persepsi
Dalil menguasai suatu bangsa adalah memenangkan
perang informasi dengan menguasai pikiran musuh, dan negara adi kuasa sebagai pemilik
Tehnologi Informasi (TI) berhasil “menjajah“ panca indra manusia secara vulgar, tanpa mampu ditolak
atau sekedar memilih mana yang baik atau tidak dan otomatis tubuh, pikiran
serta jiwa manusia menikmati informasi
itu.
Menguasai
pikiran dan jiwa manusia adalah melalui menegemen persepsi yang merubah
persepsi secara bertahap dengan cara mengulang-ulang tayangan ( tingkah laku,
ucapan, bisikan dsb ) dimedia elektronik, cetak. Dan berbisik adalah cara kuno
menegemen persepsi yang akurat memasok informasi secara khusus/langsung dan berahasia dan dijaman modern ini diaplikasikan melalui
telpon/HP, lalu adakah tehnologi yang
langsung menguasai pikiran dan hati manusia ?
Tehnologi berbisik langsung kedada manusia telah dimiliki oleh bangsa setan
seperti firman Allah SWT dalam pesan yang sangat penting di akhir Al Qur`an, An
Naas, agar manusia senantiasa berlindung pada Allah yang memelihara manusia,
Raja manusia, Tuhan manusia dari kejahatan bisikan setan yang selalu mencari
kesempatan, yang membisikan kedalam dada/ hati manusia, yaitu sebangsa jin dan
manusia.
Jenis informasi apa yang dibisikan setan kedalam dada manusia ? Yaitu kesombongan, penyakit jiwa pertama dan tertua penyebab
Iblis dan Adam diusir Allah dari surga, menjadi
bisikan utama setan menggoda secara halus nuansa ke “aku” an manusia,
tentang kecantikan, kepangkatan, kekayaan, kehormatan, sehingga tanpa sadar
manusia jadi sombong karena terjebak pada kebiasaan dihormati seperti atasan
yang kaya, terhormat dan wangi wajar bila dihormati, tetapi istimewa kalau
mereka tadi menghormati bawahan yang miskin, jelek , dan bau
keringat.
Rasa sombong dikemas dengan beraneka
ragam bentuk secara halus, berulang-ulang guna menggoda
hati manusia dalam meraih kekuasaan dengan pelbagai cara seperti kepalsuan,
kebohongan, iri, dengki, riya, suap, mencuri, kekerasan dst dan dalam keadaan
ekstrim, bisikan kesombongan itu menjadi gejala utama gangguan penyakit jiwa sebagai halusinasi, persepsi sensorik
tanpa adanya stimulus eksternal ( merasa yakin ada bisikan gaib ditelinga
padahal tidak ada sumbernya, merasa mampu melihat dunia lain dsb ), waham / keyakinan yang salah ( merasakan
yakin dirinya berkuasa melebihi Tuhan, raja, menjadi orang suci dsb), yang
merusak pola hidup, pikiran dan jiwa
manusia.
Hingga abad TI ini tidak ada satu perusahaan TI pun mampu menyamai TI bangsa setan yang mampu berbisik menerobos
triyunan jaringan syaraf manusia dan langsung ke hati menguasai pikiran dan
perilaku manusia, karenanya isyarat Allah SWT ribuan tahun yl tentang bisikan
setan sampai akhir jaman tetap relevan dan akurat dan yang mengabaikan pesan
penting ini sudah pasti akan menjadi pengikut bangsa setan
Bagaimana menolak gencarnya bisikan
– bisikan setan yang menyesatkan ke dada kita ? Satu-satunya cara adalah
memohon pertolongan Allah SWT, Dzikir Qolbu setiap saat adalah jawaban logis
mengimbangi bisikan sesat setan yang menerobos kedalam dada agar hati menjadi
tenang, bersinar karena kekuatan nur illahi didalam dada, yang akhirnya akan
memproses manusia agar memiliki hati yang baik, lembut, tidak sombong,
menghormat sesama dan senantiasa takut kepada Nya dengan melaksanakan segala perintah Nya .
Sekalipun surat An Naas telah dihafal sejak usia balita, sayangnya
peringatan penting itu tidak serius
disikapi para orang tua, dan akhirnya ketika ia pubertas, dewasa bahkan usia tua
selalu mengalami kekalahan melawan gencarnya bisikan setan. Lain halnya bila
sejak dalam kandungan, menyusu, bayi
mendengarkan suara lembut ibu mengaji, ketika balita, remaja diberikan
pengertian tentang bagaimana caranya agar tidak jadi anak nakal, rewel, dengan
cara mengenalkan dzikir kalbu yang mengingat Allah didalam hati guna menangkal
bisikan setan kedalam dada yang mengganggu manusia, agar menjadi anak yang
soleh dan disayang Allah SWT maka insyaalah ketika dewasa ia akan menjadi
generasi bangsa yang tangguh, lahir dan bathin, dan menjadi panutan dunia
diabad Perang Informasi yang kini tengah dikuasai setan yang menjelma menjadi produk
negativ TI yang menelusup merubah dan mempengaruhi persepsi, pikiran dan jiwa
manusia, selamat berjuang.
Media, Potensi Pertahanan dan Pilar Bangsa,
Media, Potensi Pertahanan dan Pilar Bangsa,
Wednesday, February 06, 2002, 6:37:58 PM
Media,
Potensi Pertahanan dan Pilar Bangsa,
Ancaman
bangsa dimasa depan bukan berasal dari kekuatan mesin perang
konvensional , melainkan karena intervensi sistem Tehnologi Informasi (TI)
negara-negara maju terhadap moral bangsa. Komunitas bangsa yang terdepan
sebagai pengguna TI dan mampu membentengi kekuatan TI asing adalah komunitas
Media Massa, termasuk insan Pres, film dsb, bahwa Merah Putih nya jiwa bangsa
di era global ini sangat tergantung dari seberapa besar jiwa patriotisme insan
media mewarnai moral bangsa melalui TI.
Kekuatan bangsa kini ada pada insan media karena media berkapasitas
sebagai perekat jiwa bangsa dan menjadi pilar bangsa Tayangan Invasi militer
AS di Afghanistan dan Irak, WTC 911, Gempa bumi dan Tsunami yang diliputi oleh
media seluruh dunia pada detik yang sama
membuktikan betapa mudahnya kekuatan media membuat seluruh dunia
prihatin, menangis secara bersamaan, membuka mata hati dunia termasuk bangsa
Indonesia yang ber Pancasila, diingatkan kembali tentang tingginya nilai hidup
manusia, Ke Maha Kuasaan Tuhan yang melampaui batas bangsa, agama, ras yang
berarti bahwa peristiwa diujung manapun didunia berlaku universal bahwa seluruh
individu dinegara mana pun agar memperbaiki diri dari hari kehari, saling
menghormati, memelihara lingkungan hidup dimana iklim dunia telah berubah secara global dan mematuhi
aturan Nya.
Tingkat ke “maha” kuasaan dan kekuatan media yang
borderless ini mampu menembus benak,
nurani, yang berujung merubah, memperbaiki atau merusak tatanan berpikir, adat
istiadat, budaya, perilaku bahkan keyakinan individu, bangsa, dunia dan selama
7 tahun era reformasi era kebebasan pers, ke ” maha” kuasaan media telah
membawa bangsa Indonesia diujung tanduk, mulai dari krisis ideologi, politik,
sosial, budaya, ekonomi, hukum, hankam dan moral. Moralitas insan media. syarat
utama dalam membentengi bangsa dari
kenaifan rakyat yang tengah belajar berdemokrasi. Pencerahan moral dan
intelektual bangsa yang sangat positif oleh media selama masa reformasi, telah
dicemari oleh segelintir insan media ( artis, selebritis, sineas, presenter,
pers dsb ) yang tidak bertanggung jawab secara moral, karena mengejar jam
tayang, orientasi bisnis semata.Krisis multi dimensi ini akan mudah teratasi
ketika moral insan media memprioritaskan panggilan tugas yakni menyelamatkan
bangsa dari perpecahan dan kehancuran moral.
Media
dan UU Bela Negara
Sekalipun 10 jam tayangan Aa Gym, ustad Arifin dan
Haryono per hari di TV, akan mudah terhapus dari benak manusia hanya
karena 2 menit tayangan porno aksi,
kekerasan, kejahatan yang tumbuh subur berkembang dibenak generasi muda, lalu
bagaimana menghapus rekaman otak porno, kekerasan aksi ini ? 7 tahun kebebasan
pers telah menghasilkan pembuatan dan tayangan film mistis yang membahayakan
iman mereka yang masih labil, tayangan kekerasan, porno aksi telah membuahkan
perilaku amoral bangsa, perkosaan, pembunuhan, HIV/AIDS, narkoba, abortus yang
menghancurkan moral bangsa, khususnya generasi muda. Hal diatas diperkuat oleh sebuah penelitian,
respondennya menyatakan 64% tayangan
pornografi, 68,5% kekerasan dan 66,4% berita sensasional TV menyebutkan
berlebihan. Era Tehnologi telah memperkokoh peran “ kuli tinta cs” menjadi kekuatan
bangsa yang terdepan dalam menembus
pergolakan menuju masyarakat demokrasi, kini masanya insan media menjadi
pilar bangsa yang menentukan masa depan perjalanan.bangsa. Era globalisasi
menjadi tantangan insan media, kemana bangsa ini akan dibawa, menuju masyarakat
peradaban bermoral dan berkepribadian Indonesia atau masyarakat global yang
dipengaruhi kebudayaan asing.
Melalui tayangan media mata hati rakyat dan
politisi menjadi lebih jelas ketika kecepatan intervensi militer negara asing
yang membantu paska Tsunami di Aceh, mengetahui seberapa besar kemampuan kekuatan TNI dalam mensikapi
keadaan krisis bangsa, ternyata keprihatinan rakyat atas minimnya kekuatan TNI dibanding kekuatan
militer negara asing itu telah ditanggapi secara dewasa oleh rakyat.
/Sikap....
Sikap dingin masyarakat terhadap TNI mencair
setelah melihat daya juang TNI walaupun dengan peralatan dan SDM terbatas tetap
mampu sebagai ujung tombak bangsa menangani dan menanggulangi bencana.
Nasionalisme bangsa tergugah bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang
memiliki kekuatan moral, dan kekuatan moral ini diaplikasikan bila rakyat dan
tentaranya bersatu. bagaikan ikan dan air (P.B.Sudirman).
Mengingat ancaman bangsa masa kini dan masa depan
terletak pada kecanggihan intervensi
Tehnologi Informasi, seraya menunggu profesionalitas peralatan dan SDM TNI yang
membutuhkan belasan tahun, maka Undang –Undang Bela Negara Tahun perlu dilaksanakan secara bertahap sebagai
modal semangat kebersamaan TNI dan Rakyat dalam mempertahan
Merah Putih, memperkuat semangat persatuan dan kesatuan yang dilandasi moralitas agama, maka insan media sebagai
Pilar bangsa perlu dibekali dengan nilai-nilai patriotisme, dan nilai – nilai
ini diaplikasikan dengan melaksanakan UU Bela Negara
Melaksanakan UU Bela Negara sebagai komponen
pendukung, bukan berarti membendung UU Pokok Pers No 40 tahun 1999, tetapi
justru menjadikan insan media menjadi lebih mandiri bebas dan bertanggung jawab secara moral
terhadap bangsa dan negaranya. 7 tahun era kebebasan pers sudah berlangsung,
sejarah akan mencatat, bagaimana insan media sebagai Pilar Perekat Nurani
Bangsa berproses membawa pikiran dan hati bangsa kealam demokrasi Indonesia,
tanpa meninggalkan jati diri bangsa, sebagai bangsa yang memiliki nilai
universal yang terkandung dalam Pancasila.. Dan hari ini liberalisasi pers
telah mengundang kekhawatiran publik, apakah kebebasan tak terbatas itu akan
diteruskan yang justru menjadi senjata makan tuan yang akan
membungkam pers atau bebas bertanggung jawab sesuai nurani bangsa. Mengingat
rawannya kondisi moral bangsa saat kini dan peran sentral insan media sebagai
“tentara” diera global tehnologi
informasi, maka langkah ini merupakan
prioritas bagi strategi bangsa kedepan.
Media dan
Agama.
Allah SWT sangat teliti dalam memberi informasi
tehnologinya kepada manusia, disampaikan melalui malaikat ke nabi dan
rasul-rasulnya sebagai manusia yang mampu secara redaksional, intelektual,
moral menyebarkan informasi ke jutaan manusia, tahap demi tahap, ayat per ayat,
yang dirangkum dalam kitab Jabur, Taurat, Injil, Al Qur’an dalam waktu yang
sangat lama ( Al Qur`an, kira 30 tahun ), karena Sang Pencipta yang Maha
Mengetahui akan ketidak mampuan dan dampak buruk terhadap manusia yang menyerap
TI Allah SWT bila diturunkan sekaligus atau instan.
Isyarat penyebaran informasi secara akurat,
bertahap ini telah dianut selama ribuan tahun dan 50 tahun terakhir dimana
manusia telah mencapai tingkat ”maha” kuasa dalam penyebaran TI. kalau Allah
memerlukan rasul/nabi untuk penyebaran informasi, kini kecepatan informasi itu
tidak perlu perantara atau filter dari manusia yang berkarakter agamis, apa
kata kata hati manusia, tinggal klik info apa saja dari urusan surga dari buku,
kitab suci sampai video, film berbau neraka dengan mudah didapat. Era TI
kembali seperti jutaan yang lalu ketika Iblis dan Adam sama sama masih berada
disurga langit, semua serba ada, serba boleh dan mudah didapat, dan hari ini
anak cicitnya setan dan manusia sama-sama tinggal di surga dunia, semua serba
ada, serba boleh dan tinggal klik apapun yang kenikmatan dunia yang bernilai
nikmat palsu segara tampil didepan mata manusia, manusia kini mirip ” Tuhan ”
layaknya.
Sayangnya, ciptaan Nya yang terpandai ini sangat
ceroboh mentranformasikan ilmu Allah, merasa pandai dan sombong, lupa
mereferensi tehnologi informasi Allah dan lalai dalam mendiskripsikan
kedigjayaan ilmu tehnologi setan yang canggih
sebagai musuh utama yang mampu menelusup sebagai virus dan merusak program pikiran dan hati manusia kapan dan dengan
cara apa saja. Nampaknya strategi setan berhasil dalam pemanfaatkan tehnologi
informasi di jaman modern, disatu sisi dibiarkan untuk kebajikan manusia,
selanjutnya untuk menghancurkan moral manusia.
/Bayangkan...
Bayangkan dalam hitungan detik, dengan mudah setan
menancapkan dan mengcopy idenya ke pikiran dan hati ratusan juta manusia
diseluruh dunia secara bersamaan lewat tayangan seks, pornografi, mistik,
narkoba, kejahatan, pembunuhan, perkosaan, kekejaman, gossip, bunuh diri
pada anak-anak, orang dewasa dan bahkan
tua bangka.
Tiap hari ratusan orang harus masuk penjara karena
imannya rontok meniru pelajaran dari buah tehnologi modern setan tersebut, sementara ribuan bahkan jutaan lainnya
menunggu bom waktu saja, kapan dan dimana akan diledakkan ilmu setan itu.
Mungkin sehabis mengaji atau sepulang gereja dan tidak mustahil kejahatan itu
dilakukan terhadap darah daging sendiri, karena beberapa bulan sebelumnya cuci
otak dan hati melalui tayangan media telah berlangsung sangat intensif. Jenis
kejahatan apa yang akan dilakukan tergantung hasrat, situasi dan kesempatan.
Awalnya bisa hanya ingin nonton bersama, atau hanya ingin mencuri, namun virus
setan yang bercokol dihati memprogram lain, akhirnya terjadi pemerkosaan lalu
dibunuh. Semua tadi dipermudah karena telah mencontoh tayangan media.
Tayangan mistik, gaib dunia setanpun telah dijual
dengan enteng oleh para insan media, padahal dampaknya sangat merusak keimanan
mereka yang masih belia atau masih labil mentalnya. 40 menit film
misteri setan, dan 2 menit terakhir peringatan ayat - ayat Tuhan yang
menasehatkan agar pemirsa jangan terkecoh oleh setan dsb nya. Disinilah
keberanian media, yang dengan enteng menganggap rekaman hati dan otak selama 40
menit itu dengan mudah dapat dihapus dengan ayat dan firman Tuhan selama 2
menit semudah menghapus tulisan dikertas dengan tip eks Mereka menganggap
enteng ilmu setan, mahluk yang tidak pernah mati, usia ribuan juta tahun,
bertehnologi canggih yang pernah memperdayakan nenek moyang manusia, Adam dan
kini berada ditubuh manusia memprogram
hati dan pikiran ratusan juta manusia.
Keinginan Nabi Yusuf untuk dipenjara memberikan gambaran betapa digjayanya setan
mempengaruhi manusia. Yusuf yang dewasa elok, tampan, santun, berbudi luhur,
dipelihara pejabat tinggi , telah menggoyahkan iman istri pejabat dan jatuh
cinta pada budak Yusuf, juga telah membuat para wanita yang tengah memotong
sayuran tanpa sadar mengiris jarinya ketika melihat keelokan rupa Yusuf. Hingga
suatu saat terjadi perlecehan seksual terhadap Nabi muda, Nabi diselamatkan
Allah dari nafsu seks bejad itu. Khawatir akan terulang kembali perlecehan
seksual itu karena serumah dan dibawah kekuasaan bos yang zalim, Yusuf berkata
kepada Allah, “wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai dari pada memenuhi ajakan mereka
kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari pada tipu daya mereka, tentu
aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk
orang-orang yang bodoh”. Allah
mengabulkan doanya, dan melalui sebab musabab versi manusia, akhirnya Nabi
difitnah, dikorbankan, dan dipenjara demi menjaga harga diri dan kedudukan bos,
bahwa yang bersalah adalah budak Yusuf, bukan istrinya. Betapa digjayanya
tehnologi informasi setan, sampai-sampai demi membebaskan diri dari nafsu setan
penguasa, seorang nabi Yusuf rela
dipenjara. Merujuk kisah nabi Yusuf maka
keberanian menayangkan hal yang tidak senonoh
patut diacungi jempol, seolah menganggap sepi peringatan Allah swt
dipengadilan akhir. Dalih tugas yang dikemas demi hak menerima informasi, keseimbangan berita,
apalagi demi rating yang Ujung-Ujungnya Duit. Adakah insan media tengah memberi
pembelajaran dan pengobatan bangsa, atau tak sadar bahwa senjata yang
digenggamnya berdampak lebih dahsyat dari rudal, atau tak berdaya menampik arus
kekuatan konspirasi global yang bertujuan menghancurkan moral bangsa.
Kata Heaney between my finger and my thumb, The squat pen rest ; snug as
a gun,( yang betul as a missile or a
bomb, red ) Insan media adalah pilar bangsa seperti dua pilar bangsa lainnya
TNI yang tengah distempel pelanggar HAM dan muslim tengah distempel teroris.
Sebagai perekat bangsa, insan media harus berjuang membersihkan nama baik,
menjernihkan dan mengangkat kembali pilar-pilar ini demi keutuhan bangsa
Indonesia yang kini terancam disintegrasi , sebaliknya ia akan menjadi
penghancur bangsa bila salah menggunakan munisi nuraninya. Rakyat
tak sabar menanti sikap bijak insan media merekat dan mempersatukan bangsa,
selamat berjuang !
.
Media, Potensi Pertahanan dan Pilar Bangsa, Wednesday, February 06, 2002, 6:37:58 PM
Media, Potensi Pertahanan dan Pilar Bangsa,
Wednesday, February 06, 2002, 6:37:58 PM
Media,
Potensi Pertahanan dan Pilar Bangsa,
Ancaman
bangsa dimasa depan bukan berasal dari kekuatan mesin perang
konvensional , melainkan karena intervensi sistem Tehnologi Informasi (TI)
negara-negara maju terhadap moral bangsa. Komunitas bangsa yang terdepan
sebagai pengguna TI dan mampu membentengi kekuatan TI asing adalah komunitas
Media Massa, termasuk insan Pres, film dsb, bahwa Merah Putih nya jiwa bangsa
di era global ini sangat tergantung dari seberapa besar jiwa patriotisme insan
media mewarnai moral bangsa melalui TI.
Kekuatan bangsa kini ada pada insan media karena media berkapasitas
sebagai perekat jiwa bangsa dan menjadi pilar bangsa Tayangan Invasi militer
AS di Afghanistan dan Irak, WTC 911, Gempa bumi dan Tsunami yang diliputi oleh
media seluruh dunia pada detik yang sama
membuktikan betapa mudahnya kekuatan media membuat seluruh dunia
prihatin, menangis secara bersamaan, membuka mata hati dunia termasuk bangsa
Indonesia yang ber Pancasila, diingatkan kembali tentang tingginya nilai hidup
manusia, Ke Maha Kuasaan Tuhan yang melampaui batas bangsa, agama, ras yang
berarti bahwa peristiwa diujung manapun didunia berlaku universal bahwa seluruh
individu dinegara mana pun agar memperbaiki diri dari hari kehari, saling
menghormati, memelihara lingkungan hidup dimana iklim dunia telah berubah secara global dan mematuhi
aturan Nya.
Tingkat ke “maha” kuasaan dan kekuatan media yang
borderless ini mampu menembus benak,
nurani, yang berujung merubah, memperbaiki atau merusak tatanan berpikir, adat
istiadat, budaya, perilaku bahkan keyakinan individu, bangsa, dunia dan selama
7 tahun era reformasi era kebebasan pers, ke ” maha” kuasaan media telah
membawa bangsa Indonesia diujung tanduk, mulai dari krisis ideologi, politik,
sosial, budaya, ekonomi, hukum, hankam dan moral. Moralitas insan media. syarat
utama dalam membentengi bangsa dari
kenaifan rakyat yang tengah belajar berdemokrasi. Pencerahan moral dan
intelektual bangsa yang sangat positif oleh media selama masa reformasi, telah
dicemari oleh segelintir insan media ( artis, selebritis, sineas, presenter,
pers dsb ) yang tidak bertanggung jawab secara moral, karena mengejar jam
tayang, orientasi bisnis semata.Krisis multi dimensi ini akan mudah teratasi
ketika moral insan media memprioritaskan panggilan tugas yakni menyelamatkan
bangsa dari perpecahan dan kehancuran moral.
Media
dan UU Bela Negara
Sekalipun 10 jam tayangan Aa Gym, ustad Arifin dan
Haryono per hari di TV, akan mudah terhapus dari benak manusia hanya
karena 2 menit tayangan porno aksi,
kekerasan, kejahatan yang tumbuh subur berkembang dibenak generasi muda, lalu
bagaimana menghapus rekaman otak porno, kekerasan aksi ini ? 7 tahun kebebasan
pers telah menghasilkan pembuatan dan tayangan film mistis yang membahayakan
iman mereka yang masih labil, tayangan kekerasan, porno aksi telah membuahkan
perilaku amoral bangsa, perkosaan, pembunuhan, HIV/AIDS, narkoba, abortus yang
menghancurkan moral bangsa, khususnya generasi muda. Hal diatas diperkuat oleh sebuah penelitian,
respondennya menyatakan 64% tayangan
pornografi, 68,5% kekerasan dan 66,4% berita sensasional TV menyebutkan
berlebihan. Era Tehnologi telah memperkokoh peran “ kuli tinta cs” menjadi kekuatan
bangsa yang terdepan dalam menembus
pergolakan menuju masyarakat demokrasi, kini masanya insan media menjadi
pilar bangsa yang menentukan masa depan perjalanan.bangsa. Era globalisasi
menjadi tantangan insan media, kemana bangsa ini akan dibawa, menuju masyarakat
peradaban bermoral dan berkepribadian Indonesia atau masyarakat global yang
dipengaruhi kebudayaan asing.
Melalui tayangan media mata hati rakyat dan
politisi menjadi lebih jelas ketika kecepatan intervensi militer negara asing
yang membantu paska Tsunami di Aceh, mengetahui seberapa besar kemampuan kekuatan TNI dalam mensikapi
keadaan krisis bangsa, ternyata keprihatinan rakyat atas minimnya kekuatan TNI dibanding kekuatan
militer negara asing itu telah ditanggapi secara dewasa oleh rakyat.
/Sikap....
Sikap dingin masyarakat terhadap TNI mencair
setelah melihat daya juang TNI walaupun dengan peralatan dan SDM terbatas tetap
mampu sebagai ujung tombak bangsa menangani dan menanggulangi bencana.
Nasionalisme bangsa tergugah bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang
memiliki kekuatan moral, dan kekuatan moral ini diaplikasikan bila rakyat dan
tentaranya bersatu. bagaikan ikan dan air (P.B.Sudirman).
Mengingat ancaman bangsa masa kini dan masa depan
terletak pada kecanggihan intervensi
Tehnologi Informasi, seraya menunggu profesionalitas peralatan dan SDM TNI yang
membutuhkan belasan tahun, maka Undang –Undang Bela Negara Tahun perlu dilaksanakan secara bertahap sebagai
modal semangat kebersamaan TNI dan Rakyat dalam mempertahan
Merah Putih, memperkuat semangat persatuan dan kesatuan yang dilandasi moralitas agama, maka insan media sebagai
Pilar bangsa perlu dibekali dengan nilai-nilai patriotisme, dan nilai – nilai
ini diaplikasikan dengan melaksanakan UU Bela Negara
Melaksanakan UU Bela Negara sebagai komponen
pendukung, bukan berarti membendung UU Pokok Pers No 40 tahun 1999, tetapi
justru menjadikan insan media menjadi lebih mandiri bebas dan bertanggung jawab secara moral
terhadap bangsa dan negaranya. 7 tahun era kebebasan pers sudah berlangsung,
sejarah akan mencatat, bagaimana insan media sebagai Pilar Perekat Nurani
Bangsa berproses membawa pikiran dan hati bangsa kealam demokrasi Indonesia,
tanpa meninggalkan jati diri bangsa, sebagai bangsa yang memiliki nilai
universal yang terkandung dalam Pancasila.. Dan hari ini liberalisasi pers
telah mengundang kekhawatiran publik, apakah kebebasan tak terbatas itu akan
diteruskan yang justru menjadi senjata makan tuan yang akan
membungkam pers atau bebas bertanggung jawab sesuai nurani bangsa. Mengingat
rawannya kondisi moral bangsa saat kini dan peran sentral insan media sebagai
“tentara” diera global tehnologi
informasi, maka langkah ini merupakan
prioritas bagi strategi bangsa kedepan.
Media dan
Agama.
Allah SWT sangat teliti dalam memberi informasi
tehnologinya kepada manusia, disampaikan melalui malaikat ke nabi dan
rasul-rasulnya sebagai manusia yang mampu secara redaksional, intelektual,
moral menyebarkan informasi ke jutaan manusia, tahap demi tahap, ayat per ayat,
yang dirangkum dalam kitab Jabur, Taurat, Injil, Al Qur’an dalam waktu yang
sangat lama ( Al Qur`an, kira 30 tahun ), karena Sang Pencipta yang Maha
Mengetahui akan ketidak mampuan dan dampak buruk terhadap manusia yang menyerap
TI Allah SWT bila diturunkan sekaligus atau instan.
Isyarat penyebaran informasi secara akurat,
bertahap ini telah dianut selama ribuan tahun dan 50 tahun terakhir dimana
manusia telah mencapai tingkat ”maha” kuasa dalam penyebaran TI. kalau Allah
memerlukan rasul/nabi untuk penyebaran informasi, kini kecepatan informasi itu
tidak perlu perantara atau filter dari manusia yang berkarakter agamis, apa
kata kata hati manusia, tinggal klik info apa saja dari urusan surga dari buku,
kitab suci sampai video, film berbau neraka dengan mudah didapat. Era TI
kembali seperti jutaan yang lalu ketika Iblis dan Adam sama sama masih berada
disurga langit, semua serba ada, serba boleh dan mudah didapat, dan hari ini
anak cicitnya setan dan manusia sama-sama tinggal di surga dunia, semua serba
ada, serba boleh dan tinggal klik apapun yang kenikmatan dunia yang bernilai
nikmat palsu segara tampil didepan mata manusia, manusia kini mirip ” Tuhan ”
layaknya.
Sayangnya, ciptaan Nya yang terpandai ini sangat
ceroboh mentranformasikan ilmu Allah, merasa pandai dan sombong, lupa
mereferensi tehnologi informasi Allah dan lalai dalam mendiskripsikan
kedigjayaan ilmu tehnologi setan yang canggih
sebagai musuh utama yang mampu menelusup sebagai virus dan merusak program pikiran dan hati manusia kapan dan dengan
cara apa saja. Nampaknya strategi setan berhasil dalam pemanfaatkan tehnologi
informasi di jaman modern, disatu sisi dibiarkan untuk kebajikan manusia,
selanjutnya untuk menghancurkan moral manusia.
/Bayangkan...
Bayangkan dalam hitungan detik, dengan mudah setan
menancapkan dan mengcopy idenya ke pikiran dan hati ratusan juta manusia
diseluruh dunia secara bersamaan lewat tayangan seks, pornografi, mistik,
narkoba, kejahatan, pembunuhan, perkosaan, kekejaman, gossip, bunuh diri
pada anak-anak, orang dewasa dan bahkan
tua bangka.
Tiap hari ratusan orang harus masuk penjara karena
imannya rontok meniru pelajaran dari buah tehnologi modern setan tersebut, sementara ribuan bahkan jutaan lainnya
menunggu bom waktu saja, kapan dan dimana akan diledakkan ilmu setan itu.
Mungkin sehabis mengaji atau sepulang gereja dan tidak mustahil kejahatan itu
dilakukan terhadap darah daging sendiri, karena beberapa bulan sebelumnya cuci
otak dan hati melalui tayangan media telah berlangsung sangat intensif. Jenis
kejahatan apa yang akan dilakukan tergantung hasrat, situasi dan kesempatan.
Awalnya bisa hanya ingin nonton bersama, atau hanya ingin mencuri, namun virus
setan yang bercokol dihati memprogram lain, akhirnya terjadi pemerkosaan lalu
dibunuh. Semua tadi dipermudah karena telah mencontoh tayangan media.
Tayangan mistik, gaib dunia setanpun telah dijual
dengan enteng oleh para insan media, padahal dampaknya sangat merusak keimanan
mereka yang masih belia atau masih labil mentalnya. 40 menit film
misteri setan, dan 2 menit terakhir peringatan ayat - ayat Tuhan yang
menasehatkan agar pemirsa jangan terkecoh oleh setan dsb nya. Disinilah
keberanian media, yang dengan enteng menganggap rekaman hati dan otak selama 40
menit itu dengan mudah dapat dihapus dengan ayat dan firman Tuhan selama 2
menit semudah menghapus tulisan dikertas dengan tip eks Mereka menganggap
enteng ilmu setan, mahluk yang tidak pernah mati, usia ribuan juta tahun,
bertehnologi canggih yang pernah memperdayakan nenek moyang manusia, Adam dan
kini berada ditubuh manusia memprogram
hati dan pikiran ratusan juta manusia.
Keinginan Nabi Yusuf untuk dipenjara memberikan gambaran betapa digjayanya setan
mempengaruhi manusia. Yusuf yang dewasa elok, tampan, santun, berbudi luhur,
dipelihara pejabat tinggi , telah menggoyahkan iman istri pejabat dan jatuh
cinta pada budak Yusuf, juga telah membuat para wanita yang tengah memotong
sayuran tanpa sadar mengiris jarinya ketika melihat keelokan rupa Yusuf. Hingga
suatu saat terjadi perlecehan seksual terhadap Nabi muda, Nabi diselamatkan
Allah dari nafsu seks bejad itu. Khawatir akan terulang kembali perlecehan
seksual itu karena serumah dan dibawah kekuasaan bos yang zalim, Yusuf berkata
kepada Allah, “wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai dari pada memenuhi ajakan mereka
kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan aku dari pada tipu daya mereka, tentu
aku akan cenderung untuk memenuhi keinginan mereka dan tentulah aku termasuk
orang-orang yang bodoh”. Allah
mengabulkan doanya, dan melalui sebab musabab versi manusia, akhirnya Nabi
difitnah, dikorbankan, dan dipenjara demi menjaga harga diri dan kedudukan bos,
bahwa yang bersalah adalah budak Yusuf, bukan istrinya. Betapa digjayanya
tehnologi informasi setan, sampai-sampai demi membebaskan diri dari nafsu setan
penguasa, seorang nabi Yusuf rela
dipenjara. Merujuk kisah nabi Yusuf maka
keberanian menayangkan hal yang tidak senonoh
patut diacungi jempol, seolah menganggap sepi peringatan Allah swt
dipengadilan akhir. Dalih tugas yang dikemas demi hak menerima informasi, keseimbangan berita,
apalagi demi rating yang Ujung-Ujungnya Duit. Adakah insan media tengah memberi
pembelajaran dan pengobatan bangsa, atau tak sadar bahwa senjata yang
digenggamnya berdampak lebih dahsyat dari rudal, atau tak berdaya menampik arus
kekuatan konspirasi global yang bertujuan menghancurkan moral bangsa.
Kata Heaney between my finger and my thumb, The squat pen rest ; snug as
a gun,( yang betul as a missile or a
bomb, red ) Insan media adalah pilar bangsa seperti dua pilar bangsa lainnya
TNI yang tengah distempel pelanggar HAM dan muslim tengah distempel teroris.
Sebagai perekat bangsa, insan media harus berjuang membersihkan nama baik,
menjernihkan dan mengangkat kembali pilar-pilar ini demi keutuhan bangsa
Indonesia yang kini terancam disintegrasi , sebaliknya ia akan menjadi
penghancur bangsa bila salah menggunakan munisi nuraninya. Rakyat
tak sabar menanti sikap bijak insan media merekat dan mempersatukan bangsa,
selamat berjuang !
Minggu, 07 April 2013
Tips Sukses Dunia Akhirat
Tips Sukses Dunia Akhirat
1) Fakta
ke 1, bahwa kaki Rasullulah bengkak karena lama dan banyaknya sholat malam,
Dalam bulan Ramadhan, fakta ini menggambarkan bahwa beliau lebih banyak
menghabiskan waktu buat shalat malam ketimbang makan saur, bandingkan dengan
perilaku ummatnya. Ikuti saur versi Rasullullah
2) Fakta
ke2, bahwa Rasullullah saur dengan 3-5 butir kurma dan air putih. Dengan
demikian Makna saur yang benar versi Rasullulah adalah bukan buat makan, atau
nyaur makan agar siang hari tidak begitu lapar atau haus dan kuat berpuasa
hingga magrib, tetapi untuk sholat malam hingga menjelang fajar. Klo saur
supaya gak lapar siangnya... ya gak usah puasa saja !! Ikuti saur versi
Rasullullah. Mengapa hanya saur 3-5 kurma
dan air putih ? Agar berenergi/gizi dipilih kurma. Dengan saur
seadanya, Rasullullah justru berstrategi agar siang dan sore harinya dilanda
rasa lapar dan haus, sehingga hati orang yang lapar dan haus akan berdoa kepada
Allah SWT agar diberi kekuatan, jadi sepanjang hari Rasullulah dengan perut
lapar dan haus berdzikir tiada henti, istigfar mohon ampunan NYA, dan itulah
makna puasa yang benar,Qolbunya hidup berdzikir seraya merasakan dan mendoakan
ummatnya yang senantiasa dalam kondisi kekurangan. Dzikir qolbu disetiap nafas.
3) Fakta
ke 3, bahwa Allah SWT akan mengutus Jibril cs pada sepertiga malam hingga
menjelang fajar di 10 hari terakhir Ramadhan untuk membagi hikmah Lailatul
Qodar yg energi pahalanya lebih besar dari 1000 bulan . Anti sipasi LQ secara
sungguh sungguh. Fakta ini di antisipasi oleh Rasullullah, menanti kehadiran
Tamu Agung utusan Allah SWT ke bumi dengan cara sholat malam hingga fajar dan
memimimaze waktu makan saur hanya makan kurma dan minum air putih. Anti sipasi
LQ secara sungguh sungguh.
4) Fakta
ke 4 bahwa menjelang berbuka saat puncak haus dan lapar, dimana momentum doa
manusia dikabul saat dalam keadaan sulit, seharusnya digunakan untuk berdoa
tetapi diselewengkan dengan ngabuburit untuk melupakan rasa lapar haus. Banyak
berdoa menjelang berbuka. Hindari ngabuburit
5) Fakta
ke 5 bahwa berbuka dengan gizi yang cukup, tetapi digunakan untuk balas dendam,
yang akhirya membuat rasa kantuk enggan tarawih, padahal makna tarawih juga
baik untuk kesehatan. Berbuka dengan gizi secukupnya.
6) Fakta
ke 6, selama 12 bulan, perbandingan makan dan puasa 11 bulan makan : 1 bulan
puasa, dan ini sangat timpang, karenanya Sebelum masuk Ramadhan, disunnahkan
agar melakukan”pratugas” dengan melatih diri berpuasa, ala Rasullulah, sehingga
saat Ramadhan, kebiasaan saur, puasa dengan dzikir qolbu dan tahajud menjadi
produk unggulan meraih LQ, bukan seperti selama ini dengan karakter puasa
”kolak”. Latihan puasa di bulan Sya’ban, senin kamis yg bila dijumlah 3 bulan
dalam satu tahun, sehingga perbandingan puasa: makan adalah 1:2, agar
sukses di Ramadhan meraih lailatul Qodar
7) Fakta ke 7, Momentum Saur yg
diselewengkan TV. Perkiraan turunnya Jibril dan para malaikat di 10 hari
terakhir dimalam-malam ganjil, malam lailatul Qodar dengan pahala lebih dari
1000 bulan, malam kemuliaan yang disiapkan Allah SWT yang seyogyanya disikapi
dengan kesenyapan untuk mendapatkan kekhusyukan, sayangnya ummat terjebak oleh
TV agen mata-mata asing merusak moral bangsa dengan adegan tawa dan canda
yang tidak berguna, disertai iklan makan, minum dan suplemen yang berlebihan
agar kuat dan tidak lapar/haus disiang harinya. Sangat disayangkan bahwa ketika
“ para tamu agung hadir ke bumi”, sebagian besar ummat muslim Indonesia justru
menghadap TV agen konspirasiglobal Yahudi cs, bukannya sholat tahajud menghadap
Allah SWT.. matikan TV dan menghadap Allah SWT.
8) Fakta ke
8, akhir ramadhan tarawih sepi, konsentrasi pd lebaran, mudik dg baju
baru,makan dstnya, masyarakat terjebak pd ritual bahwa lebaran puncaknya
ramadhan, pdhal akan hadir LQ sebagai puncak ramadhan, akibat melalaikan
hidayah LQ berujung tiada perubahan mendasar pada kehidupan masyarakat , ini
krn lemahnya pemahaman makna ramadhan. Lailatul Qodar adalah puncak Ramadhan,
bukan lebaran .
9) Kata
kuncinya : saur dg kurma - tahajud hingga fajar – lapar - dzikir qolbu disiang
hari - agar 10 hr terakhir dapat karunia LQ - pahala 1000 bulan - Maha Energi
penghancur syetan yg hidup subur dihati manusia - ”Maha pulsa” untuk
berkomunikasi dengan Allah SWT - yg akan merubah hidup nikmat dunia akhirat,
selamat berjuang, semoga Allah SWT membimbing kita sekalian, aamiin !
Langganan:
Postingan (Atom)